Beritabanten.com – Guru besar UIN Jakarta Ahmad Tholabi Kharlie mengatakan putusan MK tentang pembatalan norma presidential threshold (PT) dalam UU Pemilu memberi pesan penting dalam proses demokratisasi melalui  pemilihan presiden.

“MK telah membuka kotak pandora dalam pilpres, di mana ruang kandidasi calon presiden  di Pemilu 2029 makin terbuka lebar,” kata Tholabi di Jakarta, Senin (6/1/2025).

Namun, dia meminta DPR RI dan Pemerintah untuk memperhatikan panduan dari MK dalam melakukan rekayasa konstitusional melalui perubahan UU Pemilu.

“DPR dan pemerintah harus mendorong munculnya partisipasi publik yang bermakna, sehingga lahir produk hukum yang responsif” ingat Tholabi.

Dia turut bangga dengan para pemohon perkara mengenai presidential threhsold ini merupakan mahasiswa dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

“Para pemohon yang berasal dari  mahasiswa PTKIN ini menunjukkan pesan tersirat bahwa kualitas mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum di lingkungan PTKIN ini teruji dan mumpuni,” kata Tholabi.

Dai sebutkan, mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum di lingkungan PTKIN juga pernah muncul saat melakukan gugatan UU Pilkada mengenai usia calon kepala daerah melalui putusan MK No 70/PUU-XXI/2024  tentang penghitungan syarat usia calon kepala daerah terhitung saat penetapan pasangan calon.

“Mahasiswa PTKIN yang berasal dari Generisi Z ini  menunjukkan kualitas keilmuwan dan memiliki kepedulian atas persoalan sosial di sekitarnya. Ini sinyal yang baik untuk semakin menguatkan kualitas pendidikan syariah dan hukum di lingkungan PTKIN,” demikian dia menutup. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com