Beritabanten.com – Kesempatan mendapatkan pendidikan menjadi titik balik bagi Musa Habib, S.Si. Berawal sebagai penerima manfaat Beasiswa Cendekia BAZNAS, Musa kini berhasil membangun karier di industri biodiesel hingga mampu mandiri secara ekonomi dan menunaikan zakat dari penghasilannya.

Musa Habib merupakan lulusan Program Studi S1 Kimia Universitas Lambung Mangkurat yang mendapatkan dukungan melalui Program Beasiswa Cendekia BAZNAS. Program tersebut membantunya menyelesaikan pendidikan sekaligus mengembangkan kapasitas diri untuk menghadapi dunia kerja.

Kini, Musa berkarier di PT Jhonlin Agro Raya Biodiesel Plant Tbk sebagai quality control. Dalam pekerjaannya, ia bertanggung jawab memastikan proses produksi biodiesel berjalan sesuai standar, mulai dari pengujian bahan baku, pengawasan proses reaksi kimia di pabrik, hingga pengujian produk akhir atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) agar memenuhi standar SNI dan regulasi yang berlaku.

Keberhasilan Musa menjadi salah satu bukti bahwa program pemberdayaan berbasis zakat mampu memberikan dampak jangka panjang bagi para penerima manfaat.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan apresiasinya atas capaian Musa yang kini telah mampu mandiri secara ekonomi bahkan menjadi seorang muzaki.

“Alhamdulillah program Beasiswa Cendekia BAZNAS kembali berhasil mencetak muzaki baru. Kebahagiaan ini untuk kita semua, khususnya para muzaki yang telah bersama-sama BAZNAS membantu para mustahik dengan menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS,” ujar Idy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Menurut Idy, pendidikan merupakan salah satu instrumen penting dalam memutus rantai kemiskinan. Melalui dukungan beasiswa, mahasiswa dari keluarga kurang mampu mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi akademik dan keterampilan yang menjadi bekal memasuki dunia profesional.

“Ketika seorang mustahik yang sebelumnya menerima manfaat dari zakat kemudian mampu mandiri secara ekonomi dan menunaikan zakat, maka di situlah kita melihat keberhasilan dari proses pemberdayaan yang dilakukan,” katanya.

Sementara itu, Musa mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan yang diberikan melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS. Ia menyebut program tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya hingga mampu mencapai kondisi saat ini.

“Alhamdulillah saya telah bekerja. Dalam pekerjaan saya, saya bertanggung jawab memastikan seluruh siklus produksi biodiesel berjalan sesuai standar, mulai dari seleksi bahan baku seperti pengujian kadar FFA pada minyak sawit, mengawal proses reaksi kimia di pabrik, hingga melakukan pengujian produk akhir agar memenuhi standar yang berlaku,” jelas Musa.

Ia juga bersyukur kini dapat menunaikan zakat sebagai seorang muzaki. Menurutnya, perjalanan tersebut bukan hanya tentang mendapatkan pekerjaan, tetapi juga membuktikan bahwa kesempatan pendidikan dan kerja keras dapat membawa perubahan dalam kehidupan seseorang.

“Saya berharap program Beasiswa BAZNAS terus dikembangkan dan diperluas agar semakin banyak masyarakat kurang mampu dapat memperoleh pendidikan yang berkualitas,” ucapnya.

BAZNAS menegaskan akan terus memperkuat program pendidikan sebagai bagian dari upaya memberikan akses pendidikan bagi generasi muda dari keluarga kurang mampu. Melalui program tersebut, diharapkan semakin banyak penerima manfaat yang mampu meningkatkan taraf hidup dan kelak turut berkontribusi sebagai muzaki. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com