Beritabanten.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penilaian Kerentanan Bangunan di Kota Cilegon pada 22–23 Juli 2025. Ini dalam rangka memperkuat kapasitas daerah dalam mitigasi bencana gempa bumi.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara BNPB, BPBD Kota Cilegon, LPPM Untirta, dan Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).

Cilegon menjadi kota pertama dari 32 daerah yang akan melaksanakan program ini, dipilih karena tingginya potensi risiko gempa dan kesiapan kolaboratif lintas sektor.

Bertempat di Auditorium Fakultas Teknik Untirta, pembukaan acara dihadiri oleh Deputi Pencegahan BNPB Prasinta Dewi, Kepala BPBD Kota Cilegon Suhendi, Dekan FT Untirta Jayanuddin, dan Kepala Pusat K3 Untirta Sirajuddin.

Sebanyak 70 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, serta perwakilan BPBD Banten dan Cilegon, mengikuti pelatihan ini. Mereka mendapatkan materi dari para ahli seperti Sarwidi. Harits Salman Ambo, dan Tedi Achmad Bahtiar, tentang struktur bangunan tahan gempa, regulasi teknis bangunan, serta integrasi kebijakan kawasan permukiman dengan mitigasi risiko.

Selain materi, peserta juga melakukan praktik lapangan dan simulasi penilaian kerentanan bangunan, serta mengikuti sesi pelaporan dan evaluasi teknis.

“Ini adalah langkah awal agar daerah mampu menilai kerentanan bangunan secara mandiri, khususnya rumah satu lantai yang paling rentan,” ujar Dra. Prasinta Dewi dalam sambutannya.

Sebagai penutup, peserta menerima sertifikat kompetensi awal. Ke depan, BPBD Kota Cilegon bersama Untirta akan melanjutkan program ini ke tahap implementasi di masyarakat, termasuk pemetaan bangunan rentan di wilayah prioritas. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com