Beritabanten.com – Bagi sebagian orang, ijazah hanyalah selembar dokumen pendidikan. Namun bagi Viki Hermawan, warga Kelurahan Kagungan, Kota Serang, ijazah menjadi harapan yang selama bertahun-tahun tak bisa digenggam akibat keterbatasan ekonomi.
Penantian panjang itu akhirnya berakhir setelah Wali Kota Serang, Budi Rustandi, kembali menunjukkan kepeduliannya dengan membantu melunasi seluruh tunggakan pendidikan menggunakan dana pribadinya.
Bantuan tersebut membuat Viki akhirnya dapat membawa pulang ijazah yang selama ini tertahan di sekolah. Dokumen yang sebelumnya hanya menjadi angan kini kembali menjadi kunci untuk membuka peluang melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang, Tri Ningsih, menjelaskan bahwa seluruh biaya pendidikan yang dilunasi mencapai lebih dari Rp10 juta. Dana tersebut sepenuhnya berasal dari pribadi Wali Kota Serang dan tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah.
Menurutnya, bantuan itu merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang masih terkendala persoalan ekonomi sehingga belum mampu mengambil hak mereka atas dokumen pendidikan.
Ijazah dinilai memiliki arti penting karena menjadi syarat utama untuk memperoleh pekerjaan maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Tak hanya membantu menyelesaikan persoalan administrasi, langkah tersebut juga memberikan semangat baru bagi penerimanya agar tetap optimistis menata masa depan.
Pemerintah Kota Serang berharap kesempatan yang terbuka melalui kepemilikan ijazah dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan kualitas hidup.
Aksi sosial tersebut bukan kali pertama dilakukan Budi Rustandi. Sebelumnya, ia juga membantu Muhammad Satria, seorang anak yatim asal Kota Serang, memperoleh kembali ijazah SMA yang tertahan selama enam tahun karena tunggakan biaya pendidikan.
Seluruh biaya pendidikan sejak kelas X hingga kelas XII saat itu juga dilunasi menggunakan dana pribadi.
Rangkaian bantuan tersebut menunjukkan komitmen bahwa persoalan ekonomi seharusnya tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk memperoleh hak atas pendidikan.
Kepedulian terhadap warga yang membutuhkan dinilai menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih humanis dan berorientasi pada masa depan masyarakat.
Di tengah masih adanya warga yang menghadapi kesulitan serupa, langkah ini menjadi pengingat bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang harus dapat diakses oleh semua orang.
Ketika kepedulian hadir bersama kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, harapan untuk mengubah masa depan pun menjadi lebih terbuka.
Lebih dari sekadar membantu menebus ijazah, aksi tersebut menghadirkan kembali rasa percaya diri bagi mereka yang selama ini merasa kehilangan kesempatan.
Sebab di balik selembar ijazah, tersimpan harapan untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik, melanjutkan pendidikan, dan membangun kehidupan yang lebih sejahtera. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan