Beritabanten.com– Sekolah itu bukan sekadar bangunan. Ada anak-anak yang berjalan kaki ke sana. Ada guru yang sudah bertahun-tahun mengajar. Ada orang tua yang merasa sekolah itu dekat dengan rumah. Ada pula ekosistem yang terbentuk tanpa pernah direncanakan.

Karena itu, ketika SMPN 4 Kota Serang hendak dipindahkan, pertanyaannya ternyata bukan hanya soal gedung baru.

Pemkot Serang punya rencana besar. SMPN 4 akan dikembangkan menjadi sekolah unggulan. Lokasinya dipindahkan dari Jalan Juhdi ke Ciracas.

Lahannya cukup luas. Sekitar 2 hektare.

Di atas lahan itu bahkan sudah ada bangunan sekolah yang mangkrak sejak lama. Bangunan tersebut dibuat sekitar 2007. Semula disiapkan untuk relokasi SMPN 2 Kota Serang. Rencana itu tidak jadi.

Kini lahan tersebut mendapat calon penghuni baru.

SMPN 4.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang Ahmad Nuri mengatakan sekolah yang ada sekarang sudah tidak cukup memadai untuk dikembangkan menjadi sekolah unggulan.

Sekolah unggulan, kata dia, harus punya laboratorium. Harus punya sarana olahraga. Ruang belajar juga harus memadai.

Maka lahirlah gagasan membangun sekolah baru di Ciracas.

Anggarannya diperkirakan Rp5-7 miliar.

Pembangunan direncanakan mulai 2027. Jika semuanya berjalan sesuai tahapan, siswa SMPN 4 paling cepat mulai menempati lokasi baru pada tahun ajaran 2028-2029.

Tetapi sekolah bukan hanya soal bangunan.

Di sinilah persoalannya mulai menarik.

Komite sekolah justru bertanya: mengapa harus dipindahkan?

Ketua Komite SMPN 4 Kota Serang Mohammad Safari belum mengatakan menerima atau menolak. Ia memilih bertanya lebih dahulu.

Sebab selama ini SMPN 4 sudah memiliki ekosistem sendiri.

Banyak siswanya tinggal di sekitar sekolah.

Sekolah sudah menyatu dengan lingkungan.

Kalau dipindahkan jauh ke Ciracas, bagaimana dengan anak-anak yang selama ini bersekolah karena faktor jarak?

Pertanyaan berikutnya lebih besar lagi: bagaimana dengan sistem zonasi?

“Apabila ini dipindahkan ke tempat lain yang jauh, berarti sistem zonasi tidak berlaku untuk wilayah yang ada di sini,” kata Safari.

Pertanyaan itu tentu tidak bisa dijawab hanya dengan mengatakan bahwa sekolah baru akan lebih bagus.

Sekolah bagus memang penting.

Fasilitas lengkap juga penting.

Tetapi jarak rumah ke sekolah juga penting.

Apalagi yang dibicarakan adalah sekolah negeri.

Pemkot sendiri belum menganggap rencana ini sebagai keputusan final. Kajian komprehensif masih dilakukan. Orang tua, siswa, guru dan komite sekolah nantinya akan diajak bicara.

Ada satu persoalan lain yang juga menarik perhatian: gedung lama.

Kalau SMPN 4 pindah, lalu bangunan di Jalan Juhdi akan menjadi apa?

Pemkot menjelaskan gedung lama tidak seluruhnya akan menjadi tempat parkir. Akan ada ruang untuk kegiatan masyarakat, edukasi, ruang diskusi, bahkan konsep rooftop seperti kafe.

Jadi, sebenarnya ada dua cerita dalam satu rencana.

Cerita pertama: membangun sekolah baru yang lebih lengkap.

Cerita kedua: mengubah fungsi ruang lama yang selama ini sudah menjadi bagian dari kehidupan warga.

Keduanya sama-sama membutuhkan jawaban yang masuk akal.

Sebab sekolah unggulan tidak hanya ditentukan oleh laboratorium yang bagus. Bukan pula hanya oleh lapangan olahraga yang luas.

Sekolah unggulan juga seharusnya punya satu hal yang sederhana: diterima oleh masyarakat yang akan menggunakannya.

Dan untuk sampai ke sana, mungkin yang paling penting bukan segera memindahkan sekolah.

Melainkan terlebih dahulu mendengarkan mereka yang setiap hari berada di dalamnya. (Red)Kata kunci: SMPN 4 Kota Serang, relokasi SMPN 4 Serang, sekolah unggulan, Ciracas, Pemkot Serang, Dindikbud Kota Serang, zonasi sekolah

Keterangan foto:

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com