Beritabanten.com— Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kota Serang tidak hanya menjadi momentum keagamaan. Wali Kota Serang Budi Rustandi menjadikan peringatan tersebut sebagai ajang memperkuat ukhuwah Islamiyah, persatuan, sekaligus mendorong seluruh elemen masyarakat untuk terlibat langsung membangun daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur sipil negara (ASN), tokoh masyarakat, ulama, serta pimpinan pondok pesantren se-Kota Serang.
Tak hanya diisi dengan rangkaian peringatan Maulid Nabi, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim di Kota Serang.
Santunan diberikan langsung oleh Wali Kota Serang Budi Rustandi didampingi Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia dan Ketua TP PKK Kota Serang Arfina Rustandi.
Dalam sambutannya, Budi mengatakan peringatan Maulid Nabi tahun ini mengusung tema “Menjadikan Momentum Maulid Nabi Untuk Mempererat Ukhuwah Islamiyah, Persatuan, dan Kepedulian Antar Sesama”.
Menurut Budi, tema tersebut memiliki relevansi kuat dengan kondisi masyarakat saat ini. Keteladanan Rasulullah SAW, kata dia, harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati, membantu, dan peduli terhadap sesama.
“Semangat ini harus kita wujudkan. Harus ada kolaborasi antara ulama, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” ujar Budi Rustandi.
Ia menegaskan pembangunan Kota Serang tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Seluruh unsur masyarakat memiliki peran masing-masing untuk memastikan pembangunan berjalan dan manfaatnya dapat dirasakan warga.
Budi: Pemerintah Tak Bisa Jalan Sendiri
Budi menyebut Kota Serang saat ini terus menunjukkan kemajuan di berbagai sektor. Mulai dari pembangunan fisik, pelayanan publik, penguatan ekonomi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga sektor pendidikan.
Namun, berbagai capaian tersebut menurutnya harus terus diperkuat melalui kerja bersama.
“Pemerintah memiliki program, masyarakat memiliki peran. Mari kita bergerak bersama, wujudkan Kota Serang yang maju, bahagia, dan sejahtera warganya,” kata Budi.
Budi menilai semangat kolaborasi menjadi bagian penting dalam menjalankan pembangunan daerah. Pemerintah memiliki program dan kebijakan, sementara masyarakat, ulama, dunia usaha, serta berbagai elemen lainnya dapat memberikan dukungan sesuai peran masing-masing.
Baginya, pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan di atas kertas. Pemerintah harus mampu memastikan program tersebut benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Karena itu, momentum Maulid Nabi juga dimanfaatkan Budi untuk menegaskan komitmennya terhadap pelayanan sosial, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ia menekankan bahwa kepedulian terhadap masyarakat tidak boleh berhenti sebatas kegiatan seremonial.
“Saya Lebih Senang Kerja Nyata”
Budi mencontohkan bagaimana dirinya berupaya merespons langsung berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat. Di antaranya keluhan warga yang sakit hingga laporan mengenai rumah warga yang rubuh.
Menurutnya, pemimpin harus hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan dan tidak cukup hanya memberikan pernyataan dari balik meja.
“Sebagai pejabat, ketika ada masyarakat yang kesusahan, saya datang. Masyarakat yang butuh bantuan itu datang, lalu mencari solusinya, bukan hanya sekadar seremonial baru berbicara,” ujarnya.
Budi bahkan menegaskan dirinya lebih memilih bekerja langsung dibandingkan sekadar menyampaikan janji atau berbicara mengenai program.
“Makanya saya lebih senang kerja nyata daripada cuma ngomong-ngomong,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah harus hadir di tengah persoalan masyarakat dan berupaya mencari solusi konkret terhadap kebutuhan warga.
Bagi Budi, semangat tersebut sejalan dengan nilai keteladanan Rasulullah SAW yang mengajarkan kepedulian, persaudaraan, dan keberpihakan terhadap sesama.
Dihadiri Ulama dan Pimpinan Pesantren
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah tersebut turut dihadiri sejumlah ulama dan pimpinan pondok pesantren se-Kota Serang.
Di antaranya KH Ariman Anwar, Ustaz Manarul Huda, KH Matin Syarkowi, dan KH Syaifun Nawasi.
Kehadiran para ulama dan tokoh keagamaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan elemen keagamaan dalam membangun Kota Serang.
Di penghujung sambutannya, Budi mengajak seluruh ulama dan masyarakat yang hadir untuk memanjatkan doa bersama.
Ia mengatakan bangsa Indonesia saat ini masih menghadapi berbagai ujian dan musibah. Karena itu, momentum Maulid Nabi diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana memperkuat doa dan kepedulian bersama.
Budi berharap Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan kepada Kota Serang dan seluruh masyarakat Indonesia.
“Mari sama-sama kita berdoa semoga Allah senantiasa melindungi Kota Serang dan bangsa Indonesia dari segala bala bencana, serta memberikan keamanan, kesehatan, kesejahteraan, dan keberkahan bagi kita semua,” tutupnya. (Red),
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan