Beritabanten.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tangerang Selatan ikut andil dalam menuntaskan beban penyintas bencana di Sumatera.

Wilayah yang menjadi titik rawan bencana perlahan tapi pasti diselesaikan dengan penanganan khusus untuk fasilitas penting masyarakat.

Pimpinan BAZNAS Kota Tangsel KH Taufik Setyaudin yang berkunjung ke lokasi bencana mengabarkan bahwa wilayah yang paling parah adalah Aceh Tamiang.

BAZNAS Kota Tangsel dengan koordinasi intensif dengan Pemkot Tangsel langsung menurunkan Tim Tanggap Bencana ke Aceh Tamiang. Ini merupakan tanggung jawab sosial sesuai amanah BAZNAS RI,” katanya, melalui pesan elektronik diterima redaksi, Kamis 8 Januari 2025.

Amanah BAZNAS RI tersebut, tambah dia, disambut baik oleh Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dengan mengeluarkan surat edaran yang diteruskan kepada jajarannya hingga ke tingkat RT dan RW se-Kota Tangerang Selatan.

Dilaporkan bahwa seluruh jajaran pemerintahan kecamatan dan kelurahan di Kota Tangsel sudah menyerahkan donasi Sumatera kepada BAZNAS Kota Tangsel yang berasal dari warga yang terhimpun dengan kerja pengurus RT dan RW.

Ketua BAZNAS Tangsel Mohammad Subhan pegang plakat simbolis Rp Rp554,968.000,- dari Camat Pamulang Mukroni untuk donasi musibah Sumatera – Ist.

Donasi Warga Tangsel Rp1,5 Miliar

“Sampai akhir tahun 2025 kemarin, telah terkumpul dana Rp1,5 Miliar yang telah disalurkan ke tiga provinsi yakni, Sumatera Barat, Aceh dan Sumatera Utara,” katanya seraya menyampaikan terima kasih kepada Benyamin Davnie.

Untuk kondisi terakhir di Aceng Tamiang, Taufik mengaku prihatin karena masih sangat membutuhkan uluran bantuan.

Beberapa titik penting aktivitas warga masih dalam kondisi memprihatinkan, selain lumpur masih banyak menutup akses mobilitas juga listrik dan air bersih lumpuh.

Dikatakan, hampir 80 persen wilayah Aceh Tamiang yang terkena banjir masih dalam proses recovery dengan melibatkan berbagai pihak.

“Proses recovery ini sangat membutuhkan banyak pihak untuk berkolaborasi menata kembali kehidupan yang ada di masyarakat. Yang paling krusial adalah kondisi tanah baik di perkantoran, perumahan, pasar dan lainnya masih banyak yang perlu dibersihkan dari lumpur,” dia jelaskan.

Di Kecamatan Rantu, kata dia, sudah banyak yang berdatangan membantu dalam masa recovery saat ini secara bertahap dengan model penanganan yang beragam.

BAZNAS Kota Tangsel yang mengirimkan BAZNAS Tanggap Bencana bersama relawan lain sudah bekerja dengan masyarakat dan komponen lainnya untuk memulihkan kondisi bencana.

Pembangunan ruang kelas oleh BAZNAS RI – Net.

Prioritas Pembersihan Lumpur

Kondisi paling mendesak adalah keberadaan lumpur yang masih menutupi hampir semua kawasan Aceh Tamiang sehingga menyulitkan warga untuk normal beraktifitas.

“Kerja yang paling berat adalah membersihkan lumpur dari semua tempat, yang paling penting adalah di kawasan sekolah agar nanti bisa segera digunakan untuk proses belajar mengajar anak-anak,” dia katakana.

Untuk penangangan bencana di Aceh Tamiang, BANZAS Kota Tangsel telah mengerjakan tiga titik sumur berikut toilet, mengingat ketersediaan air sangat minim dan fasilitas kesehatan masih seadanya.

Pasca banjir bandang dan tanah longsor melumat kawasan tersebut banyak sumur warga yang tertutup lumpur yang kini belum bisa berfungsi untuk meneydiakan air bersih bagi masyarakat.

“Dari titik sumur yang dibor BAZNAS Kota Tangsel ini bisa membantu masyarakat untuk penyediaan air di fasilitas sekolah maupun madrasah,” demikian dia menutup. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com