Beritabanten.com – Suara hentakan kaki terdengar di Lapangan Apel Polres Tangerang Selatan, Rabu pagi, 2 September 2026. Satu per satu personel bergerak mengikuti aba-aba. Tubuh yang semula berdiri tegap mulai dipaksa bergerak lebih cepat. Pukulan dilancarkan, tangkisan dilakukan, tendangan diarahkan, sementara teknik jatuhan dan membawa tahanan dilatih berulang kali.
Bukan sekadar latihan fisik.
Di balik gerakan yang terlihat sederhana, ada tuntutan untuk tetap tenang ketika tubuh mulai lelah, menjaga konsentrasi ketika napas mulai berat, dan memastikan setiap teknik dilakukan dengan tepat. Di lapangan itu, kebugaran bukan hanya soal kuat berlari atau mampu melakukan gerakan beladiri, tetapi juga tentang kesiapan menghadapi situasi yang tidak selalu bisa diprediksi ketika bertugas.
Mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, personel Polres Tangerang Selatan mengikuti kegiatan Beladiri Polri sebagai bagian dari pembinaan fisik sekaligus peningkatan kemampuan untuk menunjang pelaksanaan tugas kepolisian sehari-hari.
Setiap gerakan memiliki tujuan. Sikap dasar melatih kesiapan. Pukulan dan tendangan mengasah ketepatan. Tangkisan melatih respons. Teknik jatuhan mengajarkan bagaimana menghadapi situasi fisik yang berisiko, sementara teknik membawa tahanan menjadi bagian dari kemampuan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Di tengah latihan, ada rasa lelah yang harus ditahan. Ada tubuh yang harus terus bergerak meski tenaga mulai terkuras. Namun justru di situlah latihan menemukan maknanya.
Seorang anggota kepolisian dituntut bukan hanya siap ketika keadaan aman, tetapi juga ketika situasi berubah menjadi penuh tekanan.
Beladiri Polri menjadi salah satu cara untuk menjaga kesiapan tersebut.
Plt. Kabag SDM Polres Tangerang Selatan, AKP Cecep, S.H., menyampaikan bahwa kebugaran fisik merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung optimalnya pelaksanaan tugas kepolisian.
“Kegiatan beladiri ini secara rutin dilaksanakan untuk menjaga kebugaran dan kesiapan fisik personel. Dengan kondisi tubuh yang sehat dan bugar, diharapkan personel dapat melaksanakan tugas secara maksimal serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Latihan kemudian kembali berlanjut. Gerakan demi gerakan dilakukan dengan disiplin. Tidak ada ruang untuk sekadar mengikuti latihan tanpa kesungguhan, karena kemampuan fisik yang dibangun hari ini pada akhirnya dipersiapkan untuk menghadapi kebutuhan tugas di lapangan.
Bagi personel Polres Tangerang Selatan, latihan tersebut bukan semata tentang kemampuan menghadapi lawan. Ada pesan yang lebih besar: menjaga tubuh tetap sehat, membangun ketahanan fisik, mempertahankan konsentrasi, dan memastikan diri selalu berada dalam kondisi siap ketika masyarakat membutuhkan kehadiran polisi.
Sebab tugas kepolisian tidak selalu datang dalam keadaan yang ideal.
Ada situasi yang membutuhkan kecepatan. Ada kondisi yang menuntut keberanian. Ada pula keadaan yang mengharuskan seorang anggota mampu mengendalikan diri sekaligus mengendalikan situasi.
Karena itu, di balik setiap pukulan, tangkisan, dan jatuhan yang dilakukan di lapangan, terdapat proses panjang membangun kesiapan.
Latihan berakhir, tetapi tuntutan untuk selalu siap tidak pernah benar-benar selesai.
Melalui kegiatan pembinaan fisik dan Beladiri Polri, Polres Tangerang Selatan terus berupaya meningkatkan kesehatan, kebugaran, kemampuan, dan kesiapan personel dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Di lapangan latihan itu, keringat bukan sekadar tanda tubuh yang bergerak. Ia menjadi bagian dari proses mempersiapkan diri—agar ketika panggilan tugas datang, seorang personel tidak hanya hadir, tetapi benar-benar siap. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan