Beritabanten.comPerum Bulog Kantor Cabang Lebak–Pandeglang mengintensifkan penyerapan gabah hasil panen petani lokal di wilayah Kabupaten Pandeglang.

Langkah jemput bola ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.

Pimpinan Cabang Bulog Lebak–Pandeglang, M. Syaukani, mengatakan pihaknya turun langsung ke lapangan guna memastikan hasil panen petani dapat terserap secara optimal. Sejumlah wilayah yang menjadi fokus penyerapan di antaranya Kecamatan Patia, Picung, dan Cisata yang saat ini mulai memasuki masa panen.

Syaukani menegaskan, kebijakan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga ketersediaan stok pangan di gudang Bulog, tetapi juga sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan kepastian harga yang adil bagi petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

“Kami siap menyerap gabah petani lokal dan hadir langsung di lapangan, di antaranya Kecamatan Patia, Picung, Cisata, serta wilayah lain yang sudah panen. Ini merupakan kontribusi nyata Bulog dalam mendukung swasembada pangan,” ujar M. Syaukani, Minggu (25/1/2026).

Mantan Kepala Bulog Lombok Timur itu menegaskan komitmennya untuk memastikan jerih payah petani di wilayah Lebak dan Pandeglang memperoleh nilai ekonomi yang layak.

Untuk mengoptimalkan serapan gabah, Bulog Lebak–Pandeglang aktif menjalin sinergi dengan pemerintah daerah, dinas terkait, TNI/Polri, serta kelompok tani setempat. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar proses pengadaan gabah dapat berjalan lancar, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan.

Langkah responsif Bulog ini mendapat sambutan positif dari kalangan petani. Salah satunya disampaikan Imanudin, anggota Kelompok Tani (Poktan) di Kecamatan Patia, yang mengaku terbantu dengan kehadiran tim Bulog yang datang langsung ke lokasi panen.

Menurut Imanudin, proses transaksi berjalan cepat dan transparan. Bulog melakukan pembayaran secara tunai di tempat dengan harga Rp 6.500 per kilogram, sesuai dengan HPP yang berlaku.

“Sistem pembayaran langsung ini sangat membantu kami untuk segera memutar kembali modal tanam. Saya berharap harga gabah tetap stabil sesuai ketetapan pemerintah, karena hal ini sangat mendukung semangat petani dalam mewujudkan swasembada pangan di Pandeglang,” ujarnya.

Dengan strategi jemput bola serta sistem pembayaran tunai, Bulog Lebak–Pandeglang optimistis ketahanan pangan daerah akan semakin kuat seiring meningkatnya kesejahteraan petani lokal. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com