Beritabanten.com – Rencana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang membangun unit sekolah baru (USB) tingkat SMP di Kecamatan Taktakan dinilai menjadi langkah penting untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mengantisipasi pertumbuhan jumlah lulusan SD.
Saat ini, layanan SMP negeri di Kecamatan Taktakan hanya ditopang oleh SMP Negeri 6 dan SMP Negeri 12. Jumlah tersebut dinilai belum sebanding dengan kebutuhan peserta didik yang terus bertambah setiap tahun.
Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri mengatakan pembangunan satu SMP baru di Taktakan akan menjadi salah satu prioritas. Namun, realisasinya masih membutuhkan kesiapan lahan dan anggaran.
“Di Taktakan hanya itu saja. Hanya ada dua SMP, yaitu SMP 6 dengan SMP 12. Itu saya kira harus ditambah satu sekolah lagi untuk menampung jumlah SMP yang ada di sana. Karena setiap tahun lulusan SD itu terus bertambah,” kata Ahmad, Rabu (19/8/2026).
Menurut dia, pembangunan USB membutuhkan proses yang lebih panjang dibandingkan penambahan ruang kelas. Pemerintah harus memastikan lahan tersedia dan anggaran pembangunan dapat dialokasikan.
“Prosesnya memang panjang, tapi akan kami prioritaskan, mudah-mudahan bisa tahun depan. Karena kami harus lihat anggaran dan lahannya juga,” ujarnya.
Dari perspektif kebijakan pendidikan, pembangunan sekolah baru memiliki manfaat lebih luas apabila dilakukan berdasarkan pemetaan kebutuhan masyarakat. Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi instrumen pemerataan akses pendidikan.
Penambahan SMP negeri di Taktakan berpotensi mengurangi tekanan daya tampung dua sekolah yang sudah ada. Kehadiran sekolah yang lebih dekat dengan permukiman warga juga dapat membantu mengurangi beban jarak tempuh peserta didik, terutama bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Namun, pembangunan sekolah baru tidak boleh berhenti pada pembangunan gedung. Pemerintah perlu memastikan ketersediaan guru, ruang kelas yang layak, fasilitas sanitasi, perpustakaan, sarana pembelajaran, akses bagi anak berkebutuhan khusus, serta lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Hal tersebut penting karena kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh tersedianya bangunan sekolah. Sekolah baru harus mampu menghadirkan proses pembelajaran yang berkualitas dan lingkungan yang mendukung perkembangan peserta didik.
Karena itu, sebelum pembangunan dilakukan, Dindikbud perlu menghitung proyeksi jumlah lulusan SD di Taktakan dalam beberapa tahun ke depan. Data tersebut penting agar kapasitas sekolah yang dibangun benar-benar sesuai kebutuhan.
Jangan sampai sekolah baru hanya menyelesaikan persoalan daya tampung untuk sementara, kemudian kembali menghadapi masalah kekurangan ruang kelas beberapa tahun mendatang.
Sebaliknya, pemerintah juga perlu memastikan sekolah dibangun di lokasi yang strategis. Pemetaan asal calon peserta didik, jarak menuju sekolah yang sudah ada, perkembangan permukiman, serta pertumbuhan penduduk usia sekolah harus menjadi dasar dalam menentukan lokasi USB.
Ahmad mengatakan Dindikbud Kota Serang saat ini memang tengah melakukan pemetaan terhadap kondisi sekolah di berbagai wilayah. Pemetaan dilakukan karena terdapat sekolah yang kekurangan murid, sementara sekolah lainnya justru mengalami peningkatan jumlah peserta didik.
Ia mencontohkan kawasan Taman Banten Lestari (TBL) yang memiliki hampir 600 peserta didik dan Cilampang yang mendekati 1.000 siswa. Untuk wilayah tersebut, persoalan daya tampung masih dapat diatasi melalui penambahan ruang kelas.
“Data Dindikbud mencatat jumlah peserta didik di TBL hampir mencapai 600 siswa. Sementara di Cilampang jumlahnya mendekati 1.000 siswa. Tapi masih bisa ditampung dengan menambah ruang kelas baru, beda dengan Taktakan harus nambah sekolah baru,” tuturnya.
Menurut Ahmad, penambahan ruang kelas dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan pembangunan USB.
“Kalau penambahan ruang kelas, misalkan di satuan pendidikan di jenjang SD, kita bisa lakukan secara cepat. USB itu enggak mudah, pertama harus ada lahannya yang cukup, terus juga anggaran,” ucapnya.
Dengan kondisi tersebut, pembangunan SMP baru di Taktakan seharusnya dipandang sebagai investasi pendidikan jangka panjang. Manfaatnya bukan hanya menambah jumlah sekolah, tetapi memastikan anak-anak di wilayah tersebut memiliki akses pendidikan yang lebih dekat, layak dan berkelanjutan.
Jika direncanakan dengan matang, USB tersebut dapat menjadi solusi atas kesenjangan daya tampung sekaligus bagian dari upaya Pemerintah Kota Serang meningkatkan pemerataan dan kualitas layanan pendidikan. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan