Beritabanten.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mulai menggeser cara pandang dalam mengelola muzakki atau orang/badan yang wajib mengeluarkan zakat.
Nantinya, penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tidak lagi semata-mata mengejar angka, tetapi diarahkan untuk membangun hubungan yang lebih kuat, bernilai, dan berkelanjutan dengan para muzaki.
Gagasan tersebut mengemuka dalam BAZNAS Knowledge Sharing yang digelar secara daring, Selasa 18 Agustus 2026. Forum ini mengangkat tema “Value-Driven Fundraising Reorientasi Pengelolaan Muzaki”.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, mengatakan pendekatan fundraising berbasis nilai menjadi penting untuk membangun kepercayaan sekaligus menjaga keterikatan muzaki dalam jangka panjang.
Menurutnya, muzaki tidak semestinya hanya ditempatkan sebagai pihak yang menunaikan kewajiban atau memberikan donasi. Lebih dari itu, mereka perlu menjadi bagian dari ekosistem zakat yang merasakan manfaat, dampak, dan perubahan dari dana yang dihimpun.
“Kalau kita bisa mengelola muzaki dengan baik, maka insyaallah penghimpunan kita juga akan naik karena basisnya adalah value driven,” ujar Rizaludin.
Ia menjelaskan, strategi tersebut dibangun melalui empat pilar utama, yakni Dakwah Zakat, Impact Zakat, Management Muzaki, dan Engagement Muzaki.
Keempat pilar itu menjadi fondasi agar pengelolaan muzaki tidak berhenti pada aktivitas penghimpunan dana. BAZNAS ingin memastikan ada komunikasi, pelayanan, keterlibatan, sekaligus dampak nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat.
Perubahan pendekatan tersebut disebut mulai menunjukkan hasil. Rizaludin mengungkapkan, tingkat retensi muzaki BAZNAS meningkat tajam dari sebelumnya sekitar 17 persen menjadi 80 persen.
Angka tersebut menunjukkan bahwa membangun hubungan dengan muzaki dapat menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga keberlanjutan penghimpunan ZIS.
“Antara muzaki, antara amil, antara mustahik, dan antara publik atau stakeholder zakat yang lainnya,” kata Rizaludin, menjelaskan ekosistem nilai yang ingin dibangun melalui strategi tersebut.
Transformasi pengelolaan muzaki juga berjalan beriringan dengan pembenahan layanan. BAZNAS mempertahankan predikat Top Brand Award kategori Lembaga Zakat & Amal selama lima tahun berturut-turut pada 2022-2026.
Selain itu, BAZNAS meraih sejumlah penghargaan di bidang Customer Service Quality dan Customer Service Champions.
“Kita perbaiki pelayanan ini dan BAZNAS menjadi top di nasional bicara tentang customer service, bicara tentang customer experience, dan juga bicara tentang transformasi pelanggan,” ujarnya.
Kepala Divisi Layanan Muzaki Korporasi BAZNAS RI, Hafiza Elvira N., menambahkan bahwa fundraising tidak cukup hanya mengandalkan strategi mengajak masyarakat berdonasi.
Menurutnya, bagaimana lembaga mengelola hubungan dengan muzaki setelah donasi dilakukan justru menjadi bagian penting dalam mempertahankan kepercayaan.
Hafiza menyebut hasil riset menunjukkan pengelolaan muzaki yang efektif berpotensi meningkatkan retensi donatur antara 41 hingga 68 persen.
Dengan demikian, masa depan penghimpunan ZIS tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar dana yang berhasil dikumpulkan, tetapi juga seberapa kuat lembaga membangun kepercayaan dan keterikatan dengan para muzaki.
BAZNAS kini mendorong fundraising yang tidak sekadar berorientasi transaksi, melainkan menghadirkan pengalaman, nilai, dan dampak. Muzaki diharapkan tidak hanya datang untuk membayar zakat, tetapi tetap terhubung karena melihat manfaat nyata dari zakat yang mereka tunaikan. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan