Penulis: Deni Nuryadin, Komissioner BAZNAS Tangerang Selatan
Hidup sejahtera tidak bisa dilakukan secara individu atau dalam satu kelompok saja, melainkan harus dibangun secara harmoni bersama lainya, manusia dan lingkungan serta alam semesta
Sejarah telah membuktikan bahwa apabila manusia hidup tidak memelihara keseimbangan maka tunggulah kehamcurannya,
Sebagaimana di dalam Al-Quran yang mengandung peringatan tentang kehancuran dan kerusakan yang disebabkan oleh ulah manusia, yakni pada Surah Ar-Rum ayat 41 yang artinya.
*Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar*
Memelihara kemaslahatan dan menjauhi kemudharatan adalah kewajiban umat manusia sebagai bentuk ikhtiar sustainablity future.
Selaras apa yang pernah disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, dalam acara Kultum Ramadhan Cinta dengan tema Zakat Hijau.
Zakat hijau dimaksudkan konsep zakat yang berupaya mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan lingkungan dalam praktik zakat. Zakat Go Green bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan memberdayakan mustahik melalui program-program ekonomi berkelanjutan.
Zakat sebagai Instrumen Keberlanjutan tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, tetapi juga sebagai alat untuk mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Contoh Program Zakat Hijau yang dilakukan BAZNAS Tangerang Selatan adalah dengan penanaman 1 juta pohon bambu disepanjang kali atau sungai, hal ini sebagai upaya membantu rehabilitasi lingkungan khususnya disepanjang bantaran kali atau sungai.
Mengapa program zakat hijau BAZNAS Kota Tangsel memilih media tanam pohon bambu?
Pohon bambu dipilih sebagai media tanam karena memiliki berbagai kelebihan, diantaranya karena pohon bambu memiliki struktur akar yang kuat yang mampu mengikat tanah dan air dengan baik.
Selain itu, tanah di bawah pohon bambu kaya akan mikroorganisme yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Daun bambu juga dapat menjadi sumber nutrisi, terutama hara P dan K, saat dijadikan kompos.
Kelebihan lain pohon bambu sebagai media tanam, selain struktur akar yang kuat, bambu juga memiliki akar rimpang yang kuat dan meluas, sehingga mampu mengikat tanah dan air dengan baik, mencegah erosi dan menjaga kesuburan tanah.
Kaya Mikroorganisme
Tanah di bawah pohon bambu yang tidak terganggu oleh hama dan penyakit memiliki mikroorganisme yang bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman.
Sumber nutrisi, daun bambu yang kering atau seresah bambu dapat diolah menjadi pupuk organik (humus bambu) yang mengandung hara P dan K, yang penting untuk pertumbuhan tanaman. Tidak memerlukan bahan kimia:
Berbeda dengan tanaman lain, bambu tidak memerlukan pupuk, pestisida, atau herbisida karena tidak memiliki hama yang mengganggu.
Mencegah Erosi
Bambu juga membantu mencegah erosi dengan menjaga sistem hidrologis tanah dan air.
Meningkatkan Kesuburan Tanah
Tanah di bawah bambu, yang sering disebut “tanah perakaran bambu”, kaya akan nutrisi dan cocok untuk media tanam.
Dengan berbagai kelebihan tersebut, pohon bambu menjadi pilihan yang baik untuk dijadikan media tanam, baik secara langsung maupun sebagai bahan campuran media tanam lainnya.
Kelebihan lain dari tanaman bambu, apabila sudah siap panen akan memberikan nilai ekonomis mulai untuk furnitur, bangunan bahkan pengganti kayu serta kerajinan.
Saat ini bambu tidak lagi sebagai kayunya orang miskin, sekarang bambu itu kayu masa depan, bahkan saat ini bangku yang terbuat dari bambu diekspor harganya bisa mencapai Rp 20 juta.
BAZNAS Kota Tangsel dalam menjalankan program ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel sangat mendukung program zakat hijau, karena seiring dengan tujuan visi dan misi pemerintah dalam melakukan pembangunan yakni memperhatikan menjaga kelestarian lingkungan terlebih dalam menjaga ekosistem sepanjang kali atau sungai.
Melibatkan masyarakat sepanjang kali atau sungai merupakan sasaran penerima bantuan (mustahik) berupa pemberian bibit bambu dan pemberian bantuan pemeliharaan tamanan bambu hingga dapat tumbuh besar sampai siap panen.
Masyarakat juga diberikan edukasi dan pelatihan yang dilakukan oleh Lembaga Pelatihan Kerja, diharapkan hasil pelatihan ini masyarakat menjadi trampil dalam membuat berbagai kerajinan dan furniture terbuat dari bambu.
Kedepannya, mereka semula tidak mempunyai pekerjaan dan penghasilan, kedepannya menjadi masyarakat yang mandiri serta tidak menutup kemungkinan mengarah pada semula mustahik kedepannya menjadi muzaki.
Melibatkan berbagai pengusaha yang beranggotakan KADIN Kota Tangsel khususnya di bidang perdagangan untuk memasarkan kebutuhan lokal dan ekspor.
Mengajak masyarakat aghniya (Muzaki) untuk lebih peduli dengan lingkungan dengan menjadi donatur tetap program. Para donatur atau Muzaki dapat memantau dan dapat menjadi relawan pengawas agar program ini berjalan sesuai harapan.
Penggunaan aplikasi berbasis internet sengaja dibuat dan dirancang dalam program ini agar semua pihak dapat terlibat memantau, mangawasi dan atau sekedar untuk mencari informasi tentang perkembangan program.
Pengguna juga dapat melihat letak atau titik dimana bibitnya ditanam dan informasi terkait dokumentasi pertumbuhan dari bambu yang telah mereka donasikan dapat diakses setiap waktu.
Semoga dengan adanya launching program Zakat Hijau BAZNAS Kota Tangsel dengan nama ‘Sedekah Bambu Untuk Mustahik’ dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat Kota Tangsel khususnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan