Beritabanten.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang terus menggencarkan skrining tuberkulosis (TBC) untuk menemukan kasus secara dini dan menekan risiko penularan di masyarakat. Melalui Puskesmas Cisoka, petugas menggelar skrining dan pemeriksaan kesehatan gratis di Aula Masjid Jami’ Ar-Rohman, Perumahan Puri Harmoni Cisoka 3, Senin (5/10/2026).
Hingga 5 Oktober 2026, Puskesmas Cisoka telah menemukan 290 kasus TBC dari target penemuan sebanyak 464 kasus sepanjang tahun ini. Petugas terus memperluas skrining dan penemuan kasus secara aktif agar warga yang terinfeksi segera memperoleh pengobatan.
Kepala Puskesmas Cisoka, drg. Reta Rianti, mengatakan skrining menjadi langkah penting untuk mendeteksi TBC lebih cepat. Melalui pemeriksaan tersebut, petugas dapat mengidentifikasi warga yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan sekaligus mempercepat penanganan pasien.
Reta mengimbau masyarakat mewaspadai gejala TBC, seperti batuk berkepanjangan, badan terasa lemas, berat badan menurun, dan berkurangnya nafsu makan. Warga yang mengalami gejala tersebut sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Petugas kesehatan akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap warga yang menunjukkan gejala, termasuk pemeriksaan dahak menggunakan metode Tes Cepat Molekuler (TCM). Jika hasil pemeriksaan mengonfirmasi TBC, pasien akan mendapatkan obat antituberkulosis sesuai dengan tata laksana pengobatan.
Puskesmas Cisoka juga mendampingi pasien selama menjalani pengobatan yang umumnya berlangsung minimal enam bulan, sesuai jenis dan kondisi penyakit. Petugas memantau kepatuhan minum obat, termasuk melalui kunjungan rumah, agar pasien menyelesaikan pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Selain menangani pasien, petugas turut memeriksa anggota keluarga dan orang yang melakukan kontak erat dengan pasien. Langkah ini bertujuan mendeteksi kemungkinan penularan sejak dini dan mencegah penyebaran bakteri TBC di lingkungan tempat tinggal.
Reta menegaskan, pencegahan TBC membutuhkan dukungan masyarakat. Warga perlu menjaga asupan gizi, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta memastikan rumah memiliki ventilasi dan pencahayaan yang memadai. Petugas kesehatan lingkungan juga berkoordinasi dengan puskesmas untuk memantau kondisi tempat tinggal pasien.
Menurut Reta, meningkatnya jumlah kasus TBC yang ditemukan di Cisoka tidak selalu menunjukkan peningkatan penularan. Temuan tersebut juga dipengaruhi oleh semakin intensifnya skrining dan kegiatan penemuan kasus secara aktif atau active case finding (ACF).
Melalui kegiatan yang terintegrasi dengan pelayanan kesehatan lainnya, petugas berupaya menjangkau lebih banyak warga yang berisiko. Semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pula pasien memperoleh pengobatan dan langkah pencegahan dapat dilakukan untuk melindungi orang-orang di sekitarnya.
Puskesmas Cisoka berharap peningkatan penemuan kasus berjalan seiring dengan keberhasilan pengobatan. Upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap target eliminasi TBC pada 2030, melalui deteksi dini, pengobatan tuntas, pendampingan pasien, dan pencegahan penularan secar(Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan