Beritabanten.com – Panen durian khas Baduy di Kabupaten Lebak telah menarik perhatian pembeli dari berbagai daerah menyebabkan pusat penjualan durian musiman bermunculan di sejumlah tempat di Rangkasbitung.
Basri (60), seorang penjual durian di Jalan Gang Kibun, Rangkasbitung melaporkan bahwa sejak menjelang Natal 2024, pendapatannya dari penjualan durian mencapai Rp 25 juta.
“Panen durian khas Baduy dimulai pekan lalu dan penjualan berlangsung di sejumlah lokasi seperti Gang Kibun, Multatuli, Hardiwinangun, Sunan Kalijaga serta jalan menuju kawasan Baduy, termasuk Jalan Aweh, Cimarga, Leuwidamar dan Gunungkencana,” ujar Basri pada Minggu, 29 Desember 2024.
Pedagang durian Baduy memanfaatkan musim panen ini untuk meraih keuntungan. Dalam sehari, Basri menerima ribuan durian dari petani dengan modal Rp 17 juta dan mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp 4 juta dalam dua hari.
Harga durian khas Baduy bervariasi, mulai dari Rp 30.000 hingga Rp 150.000 per butir, dengan pembeli datang dari Jakarta, Tangerang dan Bogor.
“Durian ini menjadi andalan saat musim panen. Di luar musim, kami menjual pisang dan kelapa,” tambahnya.
Sekitar 30 pedagang durian beroperasi di Jalan Gang Kibun, Rangkasbitung mempekerjakan puluhan pekerja.
Ahmad (55), seorang pedagang grosir durian juga merasakan manfaat panen durian ini. Ia memasok durian ke Bogor, Bekasi, Indramayu dan Jakarta.
“Dalam seminggu terakhir, kami telah memasok 10.000 durian dengan keuntungan bersih Rp 7,5 juta per hari,” kata Ahmad.
Deni Iskandar, Kepala Bagian Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak menyatakan bahwa panen durian khas Baduy berkontribusi signifikan terhadap perekonomian masyarakat. Pemerintah daerah mendorong perluasan kebun durian agar menjadi sumber pendapatan andalan petani.
“Kabupaten Lebak merupakan penghasil durian terbesar di Banten, dengan area panen tersebar di Kecamatan Leuwidamar, Cipanas, Lebak Gedong, Sobang, Muncang, Cibeber, Cihara, Bojongmanik, Cileles, Gunungkencana, Cijaku, Cigemblong dan Pangarangan. Kami optimis panen durian bisa menghasilkan pendapatan miliaran rupiah per bulan,” pungkasnya.
Panen durian yang melimpah ini tidak hanya meningkatkan pendapatan para pedagang dan petani, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal di Kabupaten Lebak. (Nul)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan