Beritabanten.com – Perdebatan mengenai arah dan tujuan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) terus menjadi perhatian publik. Pernyataan Direktur Utama Agrinas yang menyebut koperasi tersebut tidak semata-mata mengejar keuntungan materi memunculkan berbagai tanggapan, salah satunya dari Ahmad Tsauri.
Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya pada 13 Juli 2026, Ahmad mempertanyakan bagaimana konsep keberlanjutan usaha koperasi apabila orientasi keuntungan tidak menjadi salah satu tujuan utama. Menurutnya, koperasi pada dasarnya merupakan badan usaha yang dibentuk untuk meningkatkan kesejahteraan anggota melalui kegiatan ekonomi yang produktif.
Ahmad menilai, program Kopdes Merah Putih membutuhkan perencanaan bisnis yang jelas karena melibatkan dukungan anggaran negara dalam jumlah besar. Dukungan tersebut mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari pembangunan fasilitas, penyediaan modal, pelatihan sumber daya manusia, hingga biaya operasional dalam menjalankan program.
Menurutnya, besarnya dukungan pemerintah membuat masyarakat memiliki harapan agar koperasi tersebut mampu tumbuh menjadi badan usaha yang mandiri, memiliki sumber pendapatan yang jelas, serta mampu bertahan dalam jangka panjang tanpa terus bergantung pada bantuan negara.
Ia juga menyoroti pentingnya pemerintah menjelaskan mekanisme bisnis yang akan dijalankan oleh Kopdes Merah Putih. Kejelasan mengenai sumber pendapatan, pengelolaan biaya operasional, pengembangan usaha, hingga manfaat yang akan diterima masyarakat menjadi hal yang dinilai penting agar publik memahami arah program tersebut.
Ahmad berpandangan bahwa koperasi yang sehat tetap membutuhkan sistem usaha yang menghasilkan. Menurutnya, keuntungan bukan hanya sekadar mengejar nilai ekonomi, tetapi menjadi bagian dari kemampuan sebuah badan usaha untuk bertahan, memperluas kegiatan, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi anggotanya.
Di sisi lain, konsep koperasi tidak hanya dilihat dari sisi keuntungan finansial. Koperasi juga memiliki tujuan sosial, yakni memperkuat ekonomi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan anggota, serta membuka akses usaha bagi kelompok yang membutuhkan.
Perbedaan pandangan mengenai Kopdes Merah Putih menunjukkan adanya diskusi lebih luas tentang bagaimana menyeimbangkan fungsi sosial dan keberlanjutan bisnis dalam sebuah koperasi. Program tersebut diharapkan tidak hanya mampu menjawab kebutuhan ekonomi masyarakat desa, tetapi juga memiliki tata kelola yang kuat agar dapat berkembang secara mandiri.
Dengan adanya keterbukaan informasi mengenai model usaha, target pengelolaan, serta strategi keberlanjutan, masyarakat dapat melihat sejauh mana Kopdes Merah Putih mampu menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus memberikan manfaat nyata bagi warga. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan