Beritabanten.com – Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. H. Ahmad Tholabi Kharlie, S.Ag., S.H., M.H., M.A., mengajak masyarakat menjadikan kasih sayang dan keadilan sebagai fondasi dalam membangun kehidupan bangsa yang damai, harmonis, dan bermartabat.
Ajakan tersebut disampaikan Prof. Ahmad Tholabi saat memberikan khutbah Jumat di Masjid Kejaksaan Tinggi Banten, Kota Serang,Jumat (10/7/2026).
Dalam khutbahnya, Prof. Ahmad Tholabi menyampaikan bahwa kehidupan masyarakat modern menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perkembangan teknologi informasi yang pesat, menurutnya, tidak hanya membawa kemudahan, tetapi juga memunculkan berbagai persoalan sosial seperti meningkatnya polarisasi, ujaran kebencian, serta berkurangnya rasa empati antar sesama.
Menurutnya, nilai kasih sayang yang diajarkan Islam menjadi semakin penting untuk memperkuat hubungan sosial dan menjaga persaudaraan di tengah perubahan zaman.
Ia menjelaskan bahwa Rasulullah SAW telah memberikan teladan tentang pentingnya menghadirkan kasih sayang yang tidak terbatas pada perbedaan agama, suku, maupun latar belakang sosial.
Kasih sayang kepada sesama, kata dia, tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk bantuan materi. Sikap menghormati orang lain, menjaga perkataan, membantu mereka yang membutuhkan, memudahkan urusan sesama, serta menciptakan rasa aman di lingkungan masyarakat juga merupakan bagian dari kepedulian sosial yang memiliki nilai ibadah.
Namun, Prof. Ahmad Tholabi mengingatkan bahwa kasih sayang harus berjalan seiring dengan keadilan. Menurutnya, kasih sayang tanpa keadilan dapat melahirkan keberpihakan yang tidak tepat, sementara keadilan tanpa kasih sayang berpotensi kehilangan nilai kemanusiaan.
“Kasih sayang dan keadilan harus berjalan bersama agar kehidupan sosial dapat berlangsung secara seimbang, harmonis, dan bermartabat,” ujarnya dalam khutbah tersebut.
Ia juga mengajak masyarakat menerapkan kedua nilai tersebut dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari keluarga, lingkungan kerja, dunia pendidikan, kegiatan ekonomi, hingga interaksi di ruang digital.
Menurut Prof. Ahmad Tholabi, masyarakat yang menjunjung sikap saling menghormati, menjaga kejujuran, menghindari fitnah, serta memperlakukan setiap orang secara adil akan menciptakan lingkungan sosial yang sehat dan memperkuat persatuan bangsa.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Indonesia tidak hanya membutuhkan kemajuan ekonomi dan teknologi, tetapi juga memerlukan modal sosial berupa kepercayaan, kepedulian, dan rasa saling menghargai.
Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari ajaran Islam yang tetap relevan untuk menjawab berbagai tantangan kehidupan masyarakat saat ini.
Pada akhir khutbahnya, Prof. Ahmad Tholabi mengajak jamaah menjadikan kasih sayang sebagai budaya bersama dan keadilan sebagai pedoman moral dalam setiap tindakan.
Dengan nilai tersebut, umat Islam diharapkan tidak hanya membangun kesalehan pribadi, tetapi juga mampu memberikan manfaat dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan