Beritabanten.com – Pemerintah Kota Cilegon melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan melaksanakan uji coba sirine peringatan dini tsunami atau Early Warning System (EWS) pada Senin, 27 Oktober 2025.

Uji coba tersebut akan digelar serentak di empat kelurahan mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan Bencana BPBD Kota Cilegon, Faturohman, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang saat sirine berbunyi.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan sistem mitigasi bencana yang dikembangkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Program Indonesia Disaster Resilience Initiative Project (IDRIP).

Selama pelaksanaan, setiap operator sirine diminta untuk mendokumentasikan proses bunyi sirine dan melaporkannya melalui grup operator EWS BNPB disertai informasi lokasi. Data tersebut akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memastikan kesiapan perangkat peringatan dini yang ada.

Faturohman juga menambahkan bahwa mulai November 2025, uji coba sirine tsunami akan dilakukan secara rutin setiap tanggal 26 pukul 10.00 WIB.

“Mulai bulan November dan seterusnya, uji coba akan dilaksanakan setiap tanggal 26 pukul 10.00 WIB tanpa pemberitahuan sebelumnya agar respons masyarakat lebih alami,” ujarnya.

Diketahui, BNPB telah memasang empat unit sirine tsunami di Kelurahan Gerem, Kubangsari, Mekarsari, dan Lebak Gede. Kota Cilegon menjadi salah satu wilayah prioritas pemasangan sistem peringatan dini karena lokasinya yang berhadapan langsung dengan Selat Sunda, kawasan yang memiliki potensi gempa dan tsunami cukup tinggi. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com