Beritabanten.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kota Cilegon dan dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo, didampingi Sekda Maman Mauludin serta sejumlah jajaran perangkat daerah dan pemangku kepentingan.

Dalam sambutannya, Fajar menegaskan bahwa RKPD 2026 menjadi tahap awal pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Oleh karena itu, Musrenbang kali ini memegang peranan penting dalam menentukan arah pembangunan Kota Cilegon ke depan.

“RKPD 2026 adalah pondasi awal dari pelaksanaan RPJMD lima tahunan. Fokus pembangunan diarahkan untuk menjadikan Cilegon sebagai kota industri hijau yang modern, kompetitif, serta memiliki pemerataan pembangunan yang adil,” ujar Fajar.

Ia menyoroti beberapa isu yang masih menjadi tantangan bagi Kota Cilegon, seperti angka pengangguran, ketimpangan wilayah, kemacetan akibat aktivitas industri, hingga persoalan lingkungan.

“Perencanaan yang disusun harus menjawab tantangan tersebut melalui program-program yang konkret dan memberi dampak nyata. Pendekatan yang dilakukan juga harus partisipatif, responsif terhadap perubahan, serta berkelanjutan,” lanjutnya.

Mengusung tema “Peningkatan Daya Saing Ekonomi Daerah Melalui Kolaborasi Pembangunan untuk Mewujudkan Cilegon Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan”, Fajar menyebut bahwa pembangunan tahun depan tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga sektor non-fisik seperti peningkatan kualitas SDM dan penguatan ekonomi lokal.

“Kami bersama Wali Kota berkomitmen untuk menyusun program-program yang efisien, berbasis pada hasil nyata (outcome). Fokus utama meliputi pendidikan, kesehatan, peningkatan keterampilan tenaga kerja, hilirisasi produk lokal, pengembangan UMKM, industri, dan sektor pariwisata,” paparnya.

Fajar juga mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk ikut aktif memberikan masukan dan terlibat dalam proses perencanaan. Ia menekankan pentingnya nilai-nilai kejujuran, amanah, dan religius sebagai dasar penyelenggaraan pemerintahan yang inklusif dan berpihak pada masyarakat.

“Mari kita jadikan forum ini sebagai langkah bersama menuju masa depan Cilegon yang lebih baik. Kolaborasi dan semangat ‘Cilegon Juare’ adalah kunci untuk mempercepat pembangunan,” tandasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Bappedalitbang Kota Cilegon, Syafrudin, menyampaikan bahwa pelaksanaan Musrenbang RKPD bertujuan untuk menyempurnakan rancangan rencana kerja pemerintah daerah dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

“Kegiatan ini merupakan ajang penyempurnaan dokumen perencanaan melalui sinergi antara pemerintah dan para pemangku kepentingan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa RKPD Tahun 2026 telah memuat aspirasi masyarakat yang disampaikan oleh DPRD Kota Cilegon melalui hasil kegiatan reses.

“Pokok-pokok pikiran dari DPRD sudah diakomodasi dalam penyusunan RKPD sebagai bagian dari hasil penjaringan aspirasi masyarakat,” tutup Syafrudin.

Dengan adanya forum Musrenbang ini, Pemkot Cilegon berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi dalam menyukseskan pembangunan daerah yang lebih merata dan berkelanjutan. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com