Beritabanten.com – Kota Cilegon lagi-lagi bikin geger dunia usaha. Program ‘5000 Wirausaha Baru’ resmi digulirkan, lengkap dengan pencairan perdana Rp55,5 juta kepada 44 pelaku UMKM di Cibeber, Citangkil, dan Ciwandan.

Warga yang malas bangun dari kursi empuk kini sadar, klik-klik dokumen di ponsel lebih cepat daripada menunggu rezeki jatuh dari langit.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Didin S. Maulana, menegaskan bahwa untuk mendapatkan pinjaman harus menyertakan dokumen kelengkapan usaha.

“Tahun kedua pelaksanaan, dan aturan mainnya sederhana: punya usaha, mau jalan, jangan cuma pamer nama di KTP. Kalau cuma duduk nungguin rezeki, ya jangan harap pinjaman datang sendiri!” di jelaskan.

Mayoritas penerima bantuan adalah pelaku usaha super mikro, dengan omzet harian di bawah Rp800 ribu. Dari pedagang kaki lima sampai pemilik usaha rumahan, semua bisa menikmati “karpet merah” pemerintah.

Apalagi bagi ibu-ibu kepala rumah tangga alias single parent, yang biasanya multitasking di rumah, kini punya peluang untuk jadi bos kecil-kecilan. Sofa lama? Tinggal menonton drama wirausaha dari jauh, sambil merenungi nasib.

Sementara itu, Kepala UPTD Pengelola Dana Bergulir Wilayah I & II, Siti Mahela menambahkan, pinjaman mini Rp1–3 juta mengalir deras untuk pelaku usaha binaan.

Ingin ekspansi lebih besar? BPRS CM siap membantu hingga Rp10 juta, tanpa bunga, karena pemerintah mensubsidi. Tapi ada satu aturan baku: usaha harus jalan. Jadi, buat yang menunggu “keajaiban” sambil rebahan, siap-siap kecewa.

Dan tentu saja, ada drama tambahan. “Calo UMKM’ bakal gigit jari, karena posisinya digantikan teknologi dan semangat warga. Warga yang sebelumnya hanya berharap keberuntungan, kini harus serius membuka laptop, upload dokumen, dan memantau status pinjaman secara real-time.

“Klik-klik dokumen ternyata lebih cepat daripada doa di sofa,” ujar salah satu warga dengan nada setengah heran, setengah geli.

Program ini bukan sekadar bagi-bagi uang. Tujuannya jelas:UMKM tumbuh kencang, ekonomi bergerak cepat, pengangguran turun, dan warga sadar bahwa keberhasilan bukan soal menunggu, tapi action.

Pinjaman kecil ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya usaha-usaha kreatif, dari kios kecil hingga toko online rumahan, yang bisa mendongkrak perekonomian kota.

Kalau semua berjalan lancar, Cilegon akan jadi contoh nyata bahwa bantuan pemerintah bukan untuk malas, tapi untuk mendorong warga bangkit dan berkreasi.

Jadi, bagi warga yang selama ini setia dengan sofa empuk, waktunya beralih ke kursi kerja, tinggal klik dokumen, upload syarat, dan mulai usaha.. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com