Beritabanten.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, Banten, melakukan trobosan dalam pengembangan komoditas kelapa dan udang untuk ditawarkan kepada para investor.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pandeglang, Sutoto menjelaskan, kedaua komuditas tersebut termasuk dalam 28 komoditas dalam negeri yang ditetapkan pemerintah pusat, agar digenjot untuk program hilirisasi.

“Dari 28 komoditas yang disampaikan oleh Pak Presiden maupun oleh menteri itu, nah komoditas unggulannya adalah kelapa dan udang yang ditawarkan pada investor,” kata Sutoto, Rabu (29/1/2025).

Dikatakan, kelapa tersebar di seluruh kecamatan sementara udang bisa dikembangkan di wilayahnya yang mempunyai garis patai yang potensial dan panjang di Provinsi Banten.

“Persebaran komoditasnya kan kelapa di 35 kecamatan, tetapi untuk pabrik olahannya ini kami dorong ke wilayah di Kecamatan Bojong. Kemudian untuk yang udangnya ke Cikeusik termasuk juga Cibitung,” ujar dia.

Nantinya,  kedua komoditas itu akan didorong pengolahannya di kawasan industri Pandeglang, terutama yang letaknya berdekatan dengan jalur Tol Serang-Panimbang.

Bukan cuma itu, investasi yang masuk juga bakal diarahkan untuk menerapkan industri padat karya supaya bisa menyerap tenaga kerja.

“Potensi sumber daya alamnya besar dan itu disepakati di provinsi bahwa Pandeglang pada hilinisasi dua komunitas itu. Dan untuk SDM yang diperlukannya kami dorong pada industrinya adalah padat karya untuk serapan tenaga kerja,” ucap dia.

Sutoto membeberkan produksi kelapa di Pandeglang tahun 2023 mencapai 23.900 ton, yang menempatkan komoditas ini sebagai tanaman perkebunan paling produktif.

Sementara untuk komoditas udang, meski belum memberi dampak lebih, tetapi memiliki potensi besar.

Saat ini, baru sekitar 274 hektare lahan di Pandeglang yang dimanfaatkan untuk pengembangan budidaya udang khususnya jenis vaname. Padahal Pandeglang mempunyai 2.750 hektare lahan untuk diolah menjadi ladang bisnis dibidang perikanan.

Di samping dua komoditas prioritas itu, Sutoto menambahkan bahwa Pemkab juga akan menggenjot investasi disektor pertanian dan perikanan lainnya. Sebab, dua sektor itu menjadi sumber daya unggulan di Pandeglang.

Dia menargetkan tahun ini investasi yang masuk ke Pandeglang lebih banyak. Dengan begitu dapat meningkatkan fiskal daerah juga mengentaskan sejumlah permasalahan yang masih menjerat Pandeglang, seperti pengangguran dan kemiskinan.

“Selain itu, investasi kami tawarkan juga pada sektor pariwisata kemudian pertanian berkaitan dengan swasembada pangan, dan termasuk budidaya perikanan yang dibutuhkan ikannya tapi produksinya masih kurang,” demikian dia menutup. (Red).

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com