Beritabanten.com – Pemerintah terus mendorong Indonesia menjadi negara maju dan mencapai status berpendapatan tinggi pada 2045. Presiden Prabowo Subianto menempatkan penguatan ekonomi, industrialisasi, pengelolaan sumber daya alam, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian penting untuk mencapai target tersebut.
Indonesia memiliki modal ekonomi yang besar. Berdasarkan data terbaru Bank Dunia, jumlah penduduk Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 285,7 juta jiwa, jauh lebih besar dibanding Vietnam yang sekitar 101,6 juta jiwa.
Dari sisi ukuran ekonomi, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 1,45 triliun dolar AS, sedangkan Vietnam sekitar 514,7 miliar dolar AS. Artinya, ekonomi Indonesia masih hampir tiga kali lebih besar dibanding Vietnam.
Namun, persoalan muncul ketika melihat kecepatan pertumbuhan. Bank Dunia mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,1 persen pada 2025, sementara Vietnam tumbuh 8 persen.
Perbandingan juga terlihat dari PDB per kapita. Pada 2025, PDB per kapita Indonesia tercatat sekitar 5.059,6 dolar AS, sedangkan Vietnam mencapai sekitar 5.066 dolar AS. Secara nominal, Vietnam sedikit berada di atas Indonesia dalam indikator tersebut.
Data itu menunjukkan bahwa besarnya ekonomi nasional tidak otomatis berarti pendapatan rata-rata penduduk lebih tinggi. Indonesia memiliki jumlah penduduk hampir tiga kali lipat Vietnam, sehingga skala ekonominya jauh lebih besar, tetapi pendapatan per kapita kedua negara kini berada pada level yang relatif berdekatan.
Di sektor tenaga kerja, Bank Dunia mencatat tingkat pengangguran berdasarkan estimasi ILO pada 2025 berada di angka 3,2 persen di Indonesia dan 1,5 persen di Vietnam. Meski demikian, angka pengangguran perlu dibaca bersama kualitas pekerjaan dan tingkat pendapatan masyarakat.
Bank Dunia juga menyoroti persoalan kualitas pekerjaan di Indonesia. Dalam laporan Desember 2025, Bank Dunia menyebut sebagian besar pekerjaan baru memang terserap, tetapi banyak berada di sektor bernilai tambah rendah dan belum memberikan upah yang cukup untuk menopang kelas menengah.
Bahkan, upah riil Indonesia disebut mengalami penurunan rata-rata 1,1 persen per tahun sepanjang 2018 hingga 2024. Bank Dunia menilai reformasi struktural, peningkatan keterampilan, persaingan usaha dan penguatan lingkungan bisnis diperlukan untuk meningkatkan produktivitas serta menciptakan pekerjaan dengan upah lebih baik.
Sementara itu, pertumbuhan Vietnam yang mencapai 8 persen pada 2025 menunjukkan kuatnya momentum ekonomi negara tersebut. Perkembangan sektor manufaktur, ekspor dan investasi menjadi bagian penting dari transformasi ekonomi Vietnam.
Bagi Indonesia, kondisi tersebut menjadi tantangan untuk mempercepat industrialisasi dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam. Hilirisasi tidak hanya perlu menghasilkan produk olahan, tetapi juga harus mampu menciptakan industri yang kompetitif, lapangan kerja berkualitas dan peningkatan produktivitas.
Meski demikian, data tersebut belum menunjukkan bahwa Vietnam telah mengungguli Indonesia secara keseluruhan. Indonesia masih memiliki ekonomi yang jauh lebih besar, jumlah penduduk lebih besar dan pasar domestik yang luas.
Namun, pertumbuhan Vietnam yang lebih cepat serta PDB per kapita yang kini hampir menyamai Indonesia menjadi sinyal bahwa persaingan ekonomi kawasan semakin ketat.
Karena itu, target Indonesia menjadi negara maju pada 2045 membutuhkan lebih dari sekadar pertumbuhan ekonomi. Pemerintah perlu memastikan pertumbuhan mampu meningkatkan produktivitas, menciptakan lapangan kerja berkualitas, meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat daya saing industri nasional.
Perbandingan dengan Vietnam pada akhirnya bukan semata soal siapa yang akan menyalip siapa. Data menunjukkan Indonesia masih unggul jauh dalam ukuran ekonomi, tetapi Vietnam bergerak dengan pertumbuhan yang lebih cepat.
Kondisi tersebut dapat menjadi dorongan bagi Indonesia untuk mempercepat reformasi ekonomi dan memastikan besarnya potensi yang dimiliki benar-benar berubah menjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Target menjadi negara maju pada 2045 masih terbuka. Namun, tantangannya adalah memastikan Indonesia tidak hanya menjadi negara dengan ekonomi besar, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan dan produktivitas masyarakat secara berkelanjutan. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan