Beritabanten.com – Ada pekerjaan yang tidak selalu terlihat. Tidak mengenakan seragam yang mencolok, tidak pula berdiri di depan kamera ketika sebuah persoalan selesai.

Namun ketika seorang warga kehilangan tempat tinggal, ketika bencana datang, ketika keluarga tak tahu harus meminta pertolongan kepada siapa, para Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) sering menjadi orang yang datang lebih dulu.

Di Kota Tangerang, ada 979 PSM yang tersebar di berbagai wilayah. Mereka menjadi bagian dari mata dan tangan pemerintah dalam menjangkau warga yang membutuhkan pelayanan sosial.

Kamis (6/8/2026), peran tersebut kembali ditegaskan melalui pengukuhan pengurus Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kota Tangerang periode 2026-2031 di Tangerang Convention Center (TCC).

Pengukuhan dilakukan langsung Wali Kota Tangerang Sachrudin. Bukan sekadar pergantian kepengurusan, momentum tersebut menjadi penanda bahwa pekerjaan sosial membutuhkan kekuatan bersama, ketekunan dan keberpihakan kepada masyarakat.

“IPSM menjadi tempat berhimpunnya para Pekerja Sosial Masyarakat yang memiliki peran penting sebagai koordinator dan ruang berbagi pengalaman antaranggota. Kehadiran mereka menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat,” ujar Sachrudin.

Ketika Bantuan Harus Menemukan Jalan

Persoalan sosial tidak selalu datang dalam bentuk yang mudah dikenali.

Ada keluarga yang membutuhkan pendampingan. Ada warga yang terdampak bencana. Ada kelompok masyarakat yang membutuhkan akses pelayanan sosial tetapi tidak mengetahui harus memulai dari mana.

Di titik itulah PSM bekerja.

Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Acep Wahyudi mengatakan, para PSM merupakan garda terdepan yang membantu menjangkau masyarakat yang membutuhkan pelayanan sosial.

Mereka juga terlibat dalam penanganan bencana dan berbagai kegiatan sosial lainnya.

“PSM memiliki peran yang sangat penting karena mereka menjadi garda terdepan dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan pelayanan sosial. Mereka juga aktif membantu saat terjadi bencana maupun kegiatan sosial lainnya,” kata Acep.

Jumlah 979 orang itu bukan sekadar angka. Mereka tersebar dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga kota, menjadi penghubung antara kebutuhan warga dan pelayanan yang disiapkan pemerintah.

Mereka bekerja di ruang yang sering kali tidak terlihat: mendengar keluhan, mendampingi warga, membantu mencari solusi dan memastikan persoalan sosial tidak berhenti hanya karena seseorang tidak tahu ke mana harus meminta pertolongan.

Negara Hadir Melalui Orang-Orang di Lapangan

Pelayanan sosial pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh program dan anggaran.

Ada manusia yang harus memastikan bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.

Karena itu, Pemkot Tangerang juga meningkatkan perhatian kepada para PSM. Insentif yang sebelumnya Rp100 ribu per bulan kini menjadi Rp500 ribu per bulan.

Tahun ini, pemerintah juga memberikan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan dengan premi yang ditanggung pemerintah.

“Perhatian kepada para PSM terus meningkat dari tahun ke tahun. Besaran insentif yang semula Rp100 ribu per bulan kini telah meningkat menjadi Rp500 ribu per bulan, ditambah perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujar Acep.

Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa mereka yang bekerja membantu warga juga membutuhkan perlindungan.

Sebab, ketika seorang pekerja sosial mendampingi korban bencana atau masuk ke tengah persoalan masyarakat, mereka pun berhadapan dengan berbagai risiko.

Lima Tahun untuk Menjaga Harapan

Kepengurusan IPSM Kota Tangerang periode 2026-2031 kini memiliki tanggung jawab panjang.

Tugasnya bukan hanya menjalankan organisasi, tetapi memastikan jejaring pekerja sosial tetap hidup dan mampu merespons perubahan persoalan masyarakat.

Pemkot Tangerang juga menyatakan akan terus melakukan evaluasi dan pembinaan agar kualitas pelayanan sosial semakin baik.

Harapannya sederhana, tetapi tidak ringan: masyarakat yang membutuhkan tidak boleh merasa sendirian.

Sebab ukuran keberhasilan pelayanan sosial bukan hanya berapa banyak program yang dibuat, tetapi seberapa cepat pertolongan menemukan orang yang membutuhkan.

Di balik angka 979 PSM, ada orang-orang yang memilih untuk hadir ketika keadaan sedang tidak baik-baik saja.

Mereka mungkin tidak selalu disebut ketika keadaan kembali normal. Namun, di tengah persoalan sosial dan bencana, kehadiran mereka menjadi pengingat bahwa kepedulian masih memiliki wajah, langkah dan tangan yang bekerja untuk sesama.

Melalui pengukuhan IPSM periode 2026-2031, Pemkot Tangerang berharap kolaborasi dengan para pekerja sosial semakin kuat sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan lebih cepat, tepat dan berkelanjutan demi mewujudkan Kota Tangerang yang semakin sejahtera dan berdaya (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com