Beritabanten.com – Kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12% terhadap sekolah berstandar internasional mendapat kritik keras dari Anggota DPR RI, Novita Hardini.

Menurut Novita, kebijakan ini justru akan menghambat akses masyarakat terhadap pendidikan berkualitas di dalam negeri, terutama di kalangan keluarga yang mengutamakan pendidikan internasional bagi anak-anak mereka.

Dalam keterangannya, Novita menyoroti dua dampak besar yang timbul akibat kebijakan ini. Pertama, meningkatnya beban biaya operasional sekolah internasional yang bergantung pada sumber daya global seperti teknologi terkini, kurikulum global, dan infrastruktur memadai.

Kedua, dampak pada sekolah-sekolah merdeka yang mengadopsi kurikulum internasional, di mana fokus utama adalah pengembangan bakat siswa dan pembelajaran yang sesuai minat.

“Jika kita berpikir jangka panjang, kebijakan ini bisa memperburuk ketidaksetaraan akses pendidikan berkualitas di Indonesia. Jangan sampai justru membuat pendidikan berkualitas semakin tidak terjangkau oleh banyak anak-anak Indonesia,” tegas Novita Hardini.

Selain itu, Novita juga menekankan bahwa sekolah berstandar internasional memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan nasional.

Menurutnya, banyak orang tua yang memilih menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah internasional bukan karena latar belakang ekonomi, tetapi karena kesadaran akan pentingnya pendidikan yang berkualitas, meski dengan pengorbanan finansial yang besar.

“Tidak semua siswa di sekolah internasional berasal dari keluarga kaya. Banyak orang tua yang rela bekerja lebih keras atau menggeser kebutuhan lain demi memberikan yang terbaik untuk pendidikan anak mereka,” tambah Novita.

Dengan kritik ini, Novita mengingatkan pemerintah untuk lebih hati-hati dalam merumuskan kebijakan pajak yang dapat berdampak langsung pada aksesibilitas pendidikan di Indonesia.
(Sra)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com