Beritabanten.com – Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-16 Kota Tangsel menyertakan lomba bernama Karya Tulis Ilmiah Al-Quran biasa disebut dengan KTIQ. Ini cabang menulis ilimiah populer yang dilakukan oleh peserta di tempat dengan ketenuan waktu 9 jam dari 08.00 – 17.00 sebanyak 15 halaman.
Awalnya, cabang lomba ini dikenal sebagai M2KQ (Musabaqah Menulis Kandungan Al-Quran). Perubahan nama menjadi M2IQ terjadi pada MTQ Provinsi Jawa Barat tahun 2011, dan kemudian berubah lagi menjadi MMQ (Musabaqah Makalah Al-Quran) pada Munas LPTQ Nasional tahun 2010 dan Rakornas LPTQ tahun 2013.
Pertama kali dijadikan eksibisi pada MTQ Nasional 2008 ke XXII yang dilaksanakan di Kota Serang Provinsi Banten, tepatnya di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinis Banten atau KP3B yang waktu masih dalam tahap pembangunan. Langkah ini menandakan keberanian Provinis Banten sebagai provinsi muda untuk melangsungkan hajatan nasional.
Cabang ini pertama kalia dikenalkan oleh LPTQ Jawa Barat 2005 yang menggunakan mesin tik untuk menjaga orisinilatis naskah.
Peserta dibebaskan membawa referensi sebanyak mungkin ke arena sepanjang tidak terciduk menyontek keseluruhan naskah, atau plagiasi diperbolehkan.
Pada MTQ Nasional 2020 XXVIII, diselenggarakan di Padang, Sumatera Barat, diubah menggunakan laptop dengan catatan dibersihkan dari kemungkinan peserta untuk akses jaringan internet.
Ini adalah salah satu cabang lomba dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang berfokus pada penulisan makalah ilmiah berdasarkan kandungan Al-Quran.
Melansir laman resmi darunnajah, cabang ini buah tangan dari Asep Saepul Muhtadi, guru besar UIN Bandung.
Menurutnya, menulis itu keuntungannya jangka panjang, hasil tulisan bisa diwariskan ke anak cucu, berbeda dengan cabang lain yang hanya bisa dinikmati di saat MTQ saja, karya M2IQ justru bisa dinikmati sampai kapanpun. Karena manfaatnya yang besar ini, LPTQ pusat tak kuasa menolak untuk membuat cabang menulis ini di setiap gelaran MTQ.
“Cabang M2IQ adalah cabang yang paling bergengsi di antara cabang-cabang lomba yang lain. Pertama, cabang M2IQ itu hanya bisa diikuti oleh mereka yang memiliki kemampuan menulis,” katanya.
“Mengambil waktu paling lama di cabang MTQ, di hari pertama, peserta M2IQ menulis makalah di satu ruangan khusus selama enam jam atau bahkan lebih, biasanya dari pukul 08:00 s.d 15:00 WIB,’ dia tambahkan.
Setelah peserta diseleksi tulsannya, lalu akan mengikuti babak final dengan mempresentasikan makalahnya di depan dewan hakim, para peserta dan para penonton.
“Jadi, kalau lah kita mau hitung, M2IQ memakan waktu kurang lebih 10 jam dalam dua hari,” demikian dia mentup. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan