Beritabanten.com – Di sebuah sudut Kabupaten Karawang, suasana berbeda terasa di Pondok Pesantren Hidayatul Burhan pada pertengahan Ramadan 2026.

Bukan hanya lantunan ayat suci yang menggema, tetapi juga gelak tawa dan semangat baru dari para santri yang menyambut kedatangan rombongan program TOPP (Touring to Pesantren Pelosok).

Program yang digagas LAZGIS Peduli ini berlangsung pada 13 Maret 2026. Tujuannya sederhana namun bermakna: menghadirkan kebahagiaan menjelang Lebaran sekaligus membekali santri dan masyarakat sekitar dengan keterampilan yang bermanfaat.

Sejak pagi, halaman pesantren mulai ramai. Para santri mengikuti pelatihan pembuatan deterjen dan roti—dua keterampilan praktis yang diharapkan dapat menjadi bekal kemandirian.

Di sudut lain, kegiatan penanaman pohon dilakukan sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus investasi jangka panjang bagi keberlanjutan alam sekitar.

Tak hanya pelatihan, bantuan juga disalurkan. Kafalah untuk guru ngaji, baju koko, sarung, hingga paket sembako diberikan kepada marbot dan masyarakat yang membutuhkan. Santunan untuk anak yatim serta distribusi Al-Qur’an menjadi pelengkap dari rangkaian kegiatan tersebut.

Bagi para penerima manfaat, kehadiran program ini bukan sekadar bantuan materi. Ada pengalaman baru, perhatian, dan rasa dihargai yang mereka rasakan. Almira, 15 tahun, salah satu santri, mengungkapkan kegembiraannya. “Senang sekali bisa belajar hal baru dan dapat bantuan. Terima kasih kepada bapak/ibu donatur dermawan,” ujarnya.

Program ini menjadi gambaran bahwa intervensi sederhana—pelatihan keterampilan, bantuan kebutuhan dasar, hingga sentuhan kepedulian—dapat membawa dampak yang luas, terutama di wilayah pelosok yang kerap luput dari perhatian.

Lebih dari itu, TOPP bukan hanya tentang memberi, tetapi juga membangun harapan. Harapan bahwa para santri dapat tumbuh menjadi generasi mandiri, masyarakat semakin berdaya, dan lingkungan tetap terjaga.

Di balik setiap paket bantuan dan kegiatan yang terlaksana, terselip doa dari para penerima manfaat. Doa yang mengalir untuk para donatur—agar setiap kebaikan yang diberikan kembali berlipat, rezeki dilapangkan, dan setiap harapan dikabulkan.

Di bulan yang penuh berkah, senyum-senyum kecil di pesantren pelosok itu menjadi pengingat: kebaikan, sekecil apa pun, selalu menemukan jalannya untuk berarti. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com