Beritabanten.com – Anggota DPR RI Deddy Yevri Sitorus menyoroti kondisi sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor konstruksi atau dikenal sebagai BUMN Karya. Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Rabu (5/8/2026), Deddy menyampaikan kritik terkait kondisi keuangan perusahaan-perusahaan tersebut.

Dalam unggahannya, Deddy menyebut sejumlah BUMN Karya besar saat ini berada dalam tekanan berat hingga menghadapi risiko kebangkrutan. Ia menilai persoalan tersebut tidak hanya berdampak terhadap perusahaan pelat merah, tetapi juga berimbas kepada ribuan kontraktor, vendor, serta pemasok yang selama ini bergantung pada aktivitas pembangunan infrastruktur.

Menurut Deddy, kondisi tersebut merupakan dampak dari kebijakan pembangunan infrastruktur selama satu dekade terakhir yang dinilainya berjalan terlalu agresif tanpa pengendalian yang memadai.

Ia menyebut pembangunan infrastruktur yang dilakukan dalam kurun waktu tersebut telah memberikan tekanan besar terhadap kemampuan finansial sejumlah perusahaan konstruksi negara.

“Semua BUMN Karya besar di ambang kebangkrutan, juga ribuan kontraktor dan vendor-supplier seantero negeri. Korban nafsu bangun infrastruktur 10 tahun tanpa kendali untuk pencitraan,” tulis Deddy dalam unggahannya.

Deddy menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola proyek infrastruktur, termasuk memastikan keberlanjutan bisnis perusahaan pelaksana agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap sektor konstruksi nasional.

Menurutnya, keberlangsungan BUMN Karya menjadi hal penting karena perusahaan-perusahaan tersebut memiliki peran besar dalam pembangunan berbagai proyek strategis di Indonesia.

Sorotan terhadap Masa Depan BUMN Karya

Pernyataan Deddy kembali menyoroti persoalan yang dihadapi sektor konstruksi nasional, khususnya terkait tekanan keuangan yang dialami sejumlah BUMN Karya dalam beberapa tahun terakhir.

Ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah strategis untuk memperbaiki kondisi perusahaan sekaligus menjaga keberlangsungan ribuan pelaku usaha yang terlibat dalam rantai industri konstruksi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah maupun pihak BUMN Karya terkait pernyataan yang disampaikan Deddy Sitorus tersebut. (Red)

Keterangan Foto:
Anggota DPR RI Deddy Yevri Sitorus.

Kata Kunci:
Deddy Sitorus, DPR RI, BUMN Karya, Infrastruktur Indonesia, Proyek Infrastruktur, Kontraktor, Vendor, Pembangunan Nasional, Perusahaan BUMN, Industri Konstruksi, Ekonomi Indonesia

Beritabanten.com – Anggota DPR RI Deddy Yevri Sitorus menyoroti kondisi sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor konstruksi atau dikenal sebagai BUMN Karya. Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Rabu (5/8/2026), Deddy menyampaikan kritik terkait kondisi keuangan perusahaan-perusahaan tersebut.

Dalam unggahannya, Deddy menyebut sejumlah BUMN Karya besar saat ini berada dalam tekanan berat hingga menghadapi risiko kebangkrutan. Ia menilai persoalan tersebut tidak hanya berdampak terhadap perusahaan pelat merah, tetapi juga berimbas kepada ribuan kontraktor, vendor, serta pemasok yang selama ini bergantung pada aktivitas pembangunan infrastruktur.

Menurut Deddy, kondisi tersebut merupakan dampak dari kebijakan pembangunan infrastruktur selama satu dekade terakhir yang dinilainya berjalan terlalu agresif tanpa pengendalian yang memadai.

Ia menyebut pembangunan infrastruktur yang dilakukan dalam kurun waktu tersebut telah memberikan tekanan besar terhadap kemampuan finansial sejumlah perusahaan konstruksi negara.

“Semua BUMN Karya besar di ambang kebangkrutan, juga ribuan kontraktor dan vendor-supplier seantero negeri. Korban nafsu bangun infrastruktur 10 tahun tanpa kendali untuk pencitraan,” tulis Deddy dalam unggahannya.

Deddy menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola proyek infrastruktur, termasuk memastikan keberlanjutan bisnis perusahaan pelaksana agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap sektor konstruksi nasional.

Menurutnya, keberlangsungan BUMN Karya menjadi hal penting karena perusahaan-perusahaan tersebut memiliki peran besar dalam pembangunan berbagai proyek strategis di Indonesia.

Sorotan terhadap Masa Depan BUMN Karya

Pernyataan Deddy kembali menyoroti persoalan yang dihadapi sektor konstruksi nasional, khususnya terkait tekanan keuangan yang dialami sejumlah BUMN Karya dalam beberapa tahun terakhir.

Ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah strategis untuk memperbaiki kondisi perusahaan sekaligus menjaga keberlangsungan ribuan pelaku usaha yang terlibat dalam rantai industri konstruksi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah maupun pihak BUMN Karya terkait pernyataan yang disampaikan Deddy Sitorus tersebut. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com