Beritabanten.com – Selasa pagi, 14 April 2026 menjadi pagi yang sibuk seperti biasa di sepanjang Jalan Raya Parakan. Bus sekolah gratis milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan kembali melaju, mengangkut pelajar menuju sekolah mereka dan menjadi pemandangan rutin yang dinantikan setiap hari.

Layanan ini terus menjadi andalan para siswa. Tak hanya dimanfaatkan oleh siswa sekolah negeri yang menjadi sasaran utama, bus ini juga digunakan oleh pelajar dari berbagai sekolah lain yang berada di sepanjang rute perjalanan. Kehadirannya dinilai membantu mobilitas pelajar di tengah keterbatasan transportasi yang aman dan terjangkau.

Supriatna, pedagang nasi kuning di Jalan Raya Parakan, mengaku merasakan langsung manfaat kehadiran bus tersebut. Setiap pagi, ia menyaksikan bus melintas di depan lapaknya, membawa puluhan siswa yang hendak berangkat sekolah dengan tertib.

Ia menuturkan, keponakannya yang bersekolah di SMA 6 Kota Tangerang Selatan turut memanfaatkan layanan tersebut, meski program ini sejatinya diperuntukkan bagi siswa SMP negeri di wilayah Tangsel.

“Memang awalnya untuk siswa SMP negeri, tapi karena rutenya searah, keponakan saya jadi bisa ikut. Sangat membantu, jadi tidak perlu keluar ongkos setiap hari,” ujar Supriatna saat ditemui, Selasa (14/4/2026).

Menurut dia, keberadaan bus sekolah gratis tidak hanya meringankan biaya transportasi, tetapi juga memberikan rasa aman bagi orang tua. Ia berharap ke depan jumlah armada dan rute bisa ditambah agar semakin banyak pelajar yang terlayani.

“Kalau bisa busnya diperbanyak lagi. Soalnya yang minat banyak, kadang terlihat cukup penuh. Kalau armadanya ditambah, pasti lebih nyaman dan bisa menjangkau lebih banyak siswa,” katanya.

Bus tersebut biasanya melintas sekitar pukul 06.00, berangkat dari Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan di Jalan Maruga Raya, Ciputat. Selain melayani perjalanan berangkat, bus juga digunakan oleh siswa untuk pulang sekolah, terutama bagi mereka yang ingin lebih hemat waktu dan biaya.

Salah satu pengguna rutin layanan ini adalah Warsito, siswa SMP Negeri 17 Kota Tangerang Selatan. Ia mengaku setiap hari menunggu bus di depan SPBU Parakan sebagai titik naik yang sudah dikenal para pelajar.

“Kalau pagi saya sudah standby di depan SPBU Parakan, takut ketinggalan. Soalnya penumpangnya cukup banyak,” kata Warsito saat ditemui, Selasa (14/4/2026).

Ia bercerita, rutinitas menunggu bus sudah menjadi bagian dari kesehariannya. Bahkan, ia dan sejumlah teman memilih datang lebih awal untuk memastikan bisa mendapatkan tempat di dalam bus.

“Kadang kalau datang mepet, busnya sudah cukup penuh. Jadi sekarang saya usahakan datang lebih cepat supaya kebagian,” ujarnya.

Untuk mempermudah koordinasi, para penumpang membentuk grup WhatsApp. Melalui grup tersebut, mereka bisa saling berbagi informasi mengenai posisi bus secara terkini, termasuk jika terjadi keterlambatan atau perubahan waktu kedatangan.

“Di grup itu kami saling update posisi bus. Jadi bisa memperkirakan sudah sampai mana. Itu sangat membantu, apalagi kalau kondisi jalan sedang macet,” katanya.

Warsito menambahkan, grup tersebut juga menjadi sarana komunikasi dengan kondektur bus. Dalam kondisi tertentu, kondektur bahkan memberikan toleransi waktu bagi penumpang yang terlambat.

“Kalau kita kasih kabar di grup, biasanya kondektur mau menunggu sekitar lima menit. Jadi tidak langsung ditinggal, masih ada toleransi,” ujarnya.

Namun, di balik manfaat yang dirasakan, ia juga menyampaikan harapan agar jumlah armada bus sekolah dapat ditambah. Menurutnya, tingginya minat siswa membuat kapasitas bus sering kali penuh, terutama pada jam berangkat sekolah.

“Harapannya busnya bisa ditambah. Soalnya yang ikut banyak, kadang sudah penuh duluan. Kalau ada tambahan bus, pasti lebih nyaman dan tidak perlu berebut,” kata Warsito.

Ia juga berharap penambahan armada bisa diikuti dengan perluasan rute agar lebih banyak wilayah yang terjangkau layanan bus sekolah gratis ini.

“Kalau rutenya diperluas juga bagus, jadi teman-teman yang rumahnya agak jauh dari jalur sekarang tetap bisa ikut,” tuturnya.

Dengan berbagai manfaat yang dirasakan para pengguna, layanan bus sekolah gratis ini dinilai sebagai salah satu program yang tepat sasaran. Selain membantu mengurangi beban biaya transportasi, program ini juga berkontribusi dalam menciptakan perjalanan yang lebih aman dan tertib bagi pelajar di Kota Tangerang Selatan.

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com