Beritabanten.com – Di sebuah rumah sederhana di Kampung Gorda Lio, Desa Kibin, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, tersimpan kisah perjuangan yang penuh inspirasi. Muhammad Nurhidayat atau yang akrab disapa Kang Nur membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan alasan untuk berhenti berkarya dan menjalani kehidupan secara mandiri.

Meski tidak memiliki kedua tangan, Kang Nur mampu menghasilkan karya seni bernilai tinggi. Dengan kedua kakinya, ia membuat kaligrafi berbahasa Arab menggunakan spidol, sebuah kemampuan yang lahir dari ketekunan, kesabaran, dan semangat untuk terus mengembangkan potensi diri.

Karya Kang Nur mendapat perhatian dari berbagai pihak. Bahkan, salah satu hasil kaligrafinya telah dibeli oleh Gubernur Banten Andra Soni. Namun pencapaian tersebut tidak membuatnya berhenti, karena ia terus berupaya meningkatkan kemampuan dan membangun kemandirian ekonomi.

Perjalanan Kang Nur kemudian mempertemukannya dengan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah. Keinginan bertemu dengan orang nomor satu di Kabupaten Serang itu sebelumnya ia sampaikan melalui media sosial sejak 2025 sebagai bentuk harapan untuk mendapat dukungan dan motivasi.

Harapan tersebut akhirnya terwujud pada Selasa (4/8/2026). Setelah meresmikan Jembatan Perintis Garuda di Kampung Kemuning, Desa Cijeruk, Kecamatan Kibin, Bupati Serang menyempatkan diri mengunjungi kediaman Kang Nur di Kampung Gorda Lio.

Kunjungan tersebut menjadi momen haru bagi Kang Nur. Ia tidak menyangka Bupati Serang datang langsung melihat perjuangannya sekaligus memberikan dukungan agar dirinya terus berkarya dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

“Pertama, syukur Alhamdulillah, terima kasih sudah menyempatkan waktunya berkunjung ke tempat saya di sela-sela kesibukan Ibu Bupati Serang. Semoga semakin sukses selalu,” ujar Kang Nur.

Bagi Bupati Serang Ratu Zakiyah, kisah Kang Nur menjadi contoh nyata bahwa keterbatasan tidak membatasi seseorang untuk berkontribusi. Semangat dan kreativitas yang ditunjukkan Kang Nur dinilai mampu memberikan inspirasi bagi masyarakat luas.

“Saya terinspirasi dengan Kang Nur ini karena bisa membuat kaligrafi menggunakan kakinya. Dengan kondisi seperti ini saja Kang Nur sudah bisa beraktivitas untuk menambah penghasilan,” kata Ratu Zakiyah.

Pemerintah Kabupaten Serang sebelumnya juga telah memberikan dukungan melalui berbagai program sosial. Salah satunya pembangunan rumah Kang Nur melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang didukung oleh Baznas Kabupaten Serang.

Selain bantuan tempat tinggal, Kang Nur juga mendapatkan dukungan pengembangan usaha. Bantuan tersebut diberikan agar ia semakin mandiri dan mampu mengembangkan karya yang selama ini menjadi sumber semangat serta penghasilannya.

Ketua Baznas Kabupaten Serang Ustadz Hasanudin mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk keberlanjutan dari pendampingan yang telah dilakukan sebelumnya. Program tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat agar dapat meningkatkan kualitas hidup.

“Tahun yang lalu kita sudah bangunkan rumahnya sebesar Rp25 juta. Kemudian kita bantu untuk usahanya sebesar Rp2 juta, sekarang kita bantu untuk konsumtifnya sebesar Rp2,5 juta,” ujarnya.

Ratu Zakiyah juga mengajak masyarakat untuk melihat kemampuan seseorang dari potensi yang dimiliki, bukan hanya dari keterbatasannya. Menurutnya, setiap warga memiliki peluang untuk berkembang apabila diberikan ruang dan dukungan.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap sikap Kang Nur yang tetap memiliki kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Di tengah kondisi pribadinya, Kang Nur masih memikirkan warga lain yang membutuhkan perhatian dan bantuan.

“Luar biasanya lagi, Kang Nur juga masih memikirkan orang lain. Walaupun kondisinya seperti ini, beliau tetap ingin membantu warga lain yang membutuhkan,” ungkap Ratu Zakiyah.

Kisah Kang Nur menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kepedulian terhadap manusia. Pemerintah dan masyarakat memiliki peran bersama dalam menciptakan ruang bagi setiap warga untuk berkembang.

Melalui dukungan yang berkelanjutan, diharapkan semakin banyak masyarakat dengan berbagai kondisi mampu menemukan kesempatan untuk berkarya. Semangat Kang Nur menjadi bukti bahwa keterbatasan dapat berubah menjadi kekuatan ketika disertai tekad dan dukungan lingkungan. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com