Beritabanten.com – Di tengah persaingan ekonomi yang semakin terbuka, peluang bagi pelaku usaha lokal untuk menembus pasar internasional menjadi tantangan tersendiri. Bagi Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, potensi tersebut perlu dijemput melalui kerja sama, inovasi, dan keberanian memperkenalkan produk daerah ke pasar global.

Langkah itu mulai terlihat ketika Pemerintah Kota Tangerang Selatan memfasilitasi pertemuan bisnis antara pelaku usaha dan delegasi pemerintah serta pengusaha Kamerun pada 15 Oktober 2026. Pertemuan tersebut membuka peluang bagi produk unggulan Tangsel untuk menjangkau pasar Afrika.

Bagi Benyamin, pertemuan bisnis bukan sekadar agenda seremonial. Di baliknya terdapat harapan agar pelaku usaha lokal memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan usaha, memperbesar pasar, dan menciptakan lapangan kerja.

Produk manufaktur, makanan, kesehatan, hingga teknologi menjadi sektor yang menarik perhatian delegasi Kamerun. Ketertarikan tersebut membuka ruang bagi pelaku usaha Tangsel untuk membangun hubungan dagang yang lebih luas, sekaligus menguji kemampuan produk lokal bersaing di pasar internasional.

Tantangannya tentu tidak berhenti pada pertemuan dan penjajakan kerja sama. Pelaku usaha membutuhkan kualitas produk yang konsisten, kemampuan memenuhi permintaan pasar, serta kesiapan membangun jaringan distribusi. Pemerintah daerah dapat mengambil peran dengan mempertemukan pelaku usaha dengan mitra potensial dan membantu membuka akses menuju pasar baru.

Di sinilah arti penting kerja sama lintas negara bagi ekonomi daerah. Ketika produk lokal memperoleh pasar baru, manfaatnya berpotensi menjalar kepada tenaga kerja, pemasok bahan baku, pelaku UMKM, dan masyarakat yang menggantungkan hidup pada aktivitas ekonomi tersebut.

Benyamin menghadapi pekerjaan lanjutan untuk memastikan peluang itu berkembang menjadi kerja sama yang nyata. Penjajakan bisnis perlu diikuti kesepakatan yang terukur, pendampingan terhadap pelaku usaha, serta pemantauan agar peluang ekspor tidak berhenti sebagai wacana.

Bagi Tangerang Selatan, menembus pasar Afrika bukan hanya tentang memperkenalkan nama kota ke dunia internasional. Lebih dari itu, langkah tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa produk daerah memiliki potensi bersaing apabila mendapat dukungan, akses, dan strategi pengembangan yang tepat.

Keberhasilan upaya ini pada akhirnya tidak cukup diukur dari jumlah pertemuan bisnis atau luasnya jaringan yang dibangun. Ukuran yang lebih penting adalah lahirnya transaksi, bertambahnya pasar bagi produk lokal, dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Dengan demikian, tantangan Benyamin Davnie bukan sekadar membuka pintu kerja sama internasional, melainkan memastikan pintu tersebut benar-benar dapat dilalui para pelaku usaha Tangsel menuju pasar global. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com