Beritabanten.com –  Pada Sabtu pagi 11 April 2026, lapangan Smash Padel di Jalan TB Simatupang Jakarta tak sekadar menjadi arena adu skor. Riuh tepuk tangan dan semangat kompetisi berpadu dengan satu tujuan yang lebih besar: memulihkan Sumatra.

Di tengah meningkatnya kepedulian terhadap isu kemanusiaan, olahraga padel menjelma menjadi medium solidaritas.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, bersama All in One Indonesia, Asosiasi Padel, dan Smash Padel, menggelar Charity Padel Tournament bertajuk “Pulihkan Negeri Dengan Aksi.” Turnamen ini bukan hanya soal menang dan kalah, melainkan tentang bagaimana energi olahraga dapat dialihkan menjadi gerakan sosial yang nyata.

Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., serta Pimpinan BAZNAS RI, Hj. Neyla Saida Anwar. Kehadiran mereka menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor—olahraga, komunitas, hingga lembaga filantropi—memiliki peran penting dalam menjawab tantangan kemanusiaan.

Di atas lapangan, para peserta bertanding dengan penuh semangat. Namun di balik itu, setiap pukulan raket membawa makna lain. Hadiah sebesar Rp5 juta untuk juara pertama dan Rp2,5 juta untuk juara kedua sepenuhnya didedikasikan bagi program kemanusiaan. Dana tersebut akan disalurkan melalui BAZNAS untuk membantu masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatra, termasuk Aceh.

“Padel adalah olahraga yang mengandalkan kerja sama tim, komunikasi, dan kegembiraan. Nilai-nilai ini yang ingin kita bawa ke dalam aksi sosial hari ini,” ujar Zainut. Baginya, turnamen ini menjadi simbol bahwa kompetisi tak selalu berujung pada rivalitas, melainkan dapat melahirkan empati.

Ia menambahkan, dalam konteks kemanusiaan, tidak ada yang benar-benar kalah. “Meskipun ada yang kalah di papan skor, di mata kemanusiaan kita semua adalah pemenang,” katanya, menegaskan pentingnya sportivitas dan kebersamaan.

Semangat serupa disampaikan Neyla Saida Anwar. Ia berharap, kegiatan ini tidak berhenti sebagai peristiwa sesaat. BAZNAS, kata dia, hadir untuk memastikan setiap kontribusi yang terkumpul benar-benar berdampak, khususnya dalam upaya pemulihan wilayah terdampak di Sumatra.

“Energi olahraga ini kita ubah menjadi energi sosial kemanusiaan,” ujarnya.

Bagi para peserta, turnamen ini menghadirkan pengalaman yang berbeda. Joe Arifianto dari komunitas EJ-Sporteam mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai, kepercayaan terhadap BAZNAS menjadi salah satu alasan kuat untuk terlibat.

“Karena kita melihat penyelenggaraan BAZNAS, kita tidak ragu untuk langsung ikut,” katanya.

Tak hanya pertandingan, kegiatan ini juga menghadirkan ruang pemberdayaan ekonomi. Berbagai UMKM binaan BAZNAS turut meramaikan acara dengan menampilkan produk unggulan mereka. Di sisi lain, Gerai Zakat BAZNAS memudahkan peserta dan pengunjung untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara langsung—menjadikan solidaritas bukan sekadar wacana, tetapi aksi yang bisa dilakukan saat itu juga.

Dari lapangan padel di Jakarta, sebuah pesan sederhana mengemuka: bahwa kepedulian bisa lahir dari mana saja, bahkan dari sebuah permainan. Dan ketika olahraga, komunitas, serta kemanusiaan bertemu, yang tercipta bukan hanya pertandingan—melainkan gerakan.

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com