Beritabanten.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima audiensi jajaran pengurus Yayasan Dompet Dhuafa di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Pertemuan ini membahas penguatan ekosistem zakat nasional melalui transformasi pengelolaan yang lebih profesional dan terukur.
Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyebut Dompet Dhuafa sebagai mitra strategis dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah nasional. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) untuk kemaslahatan umat.
“Kami mengapresiasi kehadiran Dompet Dhuafa di BAZNAS RI. Selama ini, gagasan dari LAZ sering kali lebih maju. Kolaborasi ini harus terus diperkuat, baik dalam strategi maupun program agar dampaknya lebih nyata bagi masyarakat,” ujar Sodik.
Ia menekankan arah transformasi pengelolaan zakat nasional yang akan menyelaraskan konsep delapan asnaf dengan pendekatan pembangunan modern. BAZNAS, kata dia, juga akan mendorong standardisasi ukuran keberhasilan program berbasis data, termasuk rujukan statistik nasional.
“PR kita adalah mentransformasi konsep delapan asnaf menjadi pendekatan kemanusiaan seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Misalnya fi sabilillah tidak hanya dakwah, tetapi bisa masuk ke pembangunan umat,” katanya.
Ia juga menyoroti perlunya indikator yang terukur dalam setiap program zakat agar tidak hanya bersifat bantuan karitatif, tetapi berdampak nyata dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Pengelolaan zakat harus punya ukuran yang jelas, tidak hanya secara syariah, tapi juga secara ilmiah dan dampak sosial,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, menyebut pertemuan ini penting untuk memperkuat sinergi pasca penetapan kepemimpinan BAZNAS periode 2026–2031. Ia menekankan perlunya standardisasi pengukuran dampak zakat agar kontribusi lembaga filantropi lebih transparan dan terukur.
Menurutnya, koordinasi antarlembaga juga penting untuk menghindari tumpang tindih program, termasuk dalam pemetaan penyaluran seperti beasiswa pendidikan agar manfaat zakat lebih merata.
“Perlu ada pembagian kerja yang lebih operasional agar program tidak tumpang tindih dan manfaatnya lebih luas,” ujarnya.
Turut hadir dalam audiensi tersebut Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa’adi serta jajaran pimpinan BAZNAS RI lainnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan