Beritabanten.com – Suasana khidmat terasa dalam Pengajian Kitab Kuning Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan yang digelar di Islamic Center Baiturahmi Kota Tangerang Selatan, Rabu (19/8/2026), dengan ratusan jemaah mengikuti kegiatan sejak pagi dengan penuh perhatian.

Para jemaah tampak duduk tertib di atas karpet masjid sambil menyimak kajian yang disampaikan para pemateri, sementara sejumlah ulama dan pengurus MUI turut hadir mengikuti jalannya pengajian.

Ketua Umum MUI Kota Tangerang Selatan KH. M. Saidih, S.Ag. juga tampak hadir dan menyimak rangkaian kajian bersama para jemaah sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan pembinaan keagamaan masyarakat.

Pengajian yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB tersebut menghadirkan empat pemateri atau muqri yang membahas sejumlah kitab dalam tradisi keilmuan Islam.

KH. Bahrudin, S.Ag. menyampaikan kajian kitab Nuruzhzholam, Ust. Sirojudin Muchtar, LC., MA. membahas kitab Attaqriirotussadiidah, KH. Dr. Sobron Zayyan, MA. mengkaji kitab Risaalatul Mustarsyidiin, sedangkan Dr. KH. Almahdi Akbar, Lc., MA. menyampaikan materi dari kitab Bidaayatul Hidayah.

Antusiasme jemaah terlihat dari perhatian mereka saat mengikuti setiap penjelasan pemateri, dengan sebagian jemaah membuka dan mencermati materi yang telah dibagikan panitia sebagai pegangan selama kajian berlangsung.

Materi yang dibagikan panitia menjadi panduan bagi jemaah untuk mengikuti pembahasan kitab secara lebih terarah, sehingga penjelasan para pemateri dapat disimak sambil mencermati pokok-pokok bahasan yang terdapat dalam bahan kajian.

Keseriusan jemaah menyimak materi hingga rangkaian pengajian berlangsung menunjukkan bahwa kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat, terutama sebagai kesempatan untuk memperdalam ilmu agama dan memahami kandungan kitab yang dikaji secara lebih sistematis.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperdalam pengetahuan keislaman sekaligus mendapatkan bimbingan dari para ulama mengenai nilai-nilai agama yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kajian kitab kuning, jemaah diharapkan tidak hanya memahami ajaran Islam secara keilmuan, tetapi juga mampu mengamalkannya melalui sikap, perilaku dan akhlak dalam kehidupan bermasyarakat.

Pengajian juga memiliki fungsi penting dalam memperkuat sikap religius masyarakat di tengah berbagai kesibukan dan tantangan kehidupan, terutama dengan menanamkan ketakwaan, keikhlasan, kesabaran, kejujuran, tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama.

Suasana khidmat yang terlihat selama kegiatan menunjukkan antusiasme jemaah dalam mengikuti majelis ilmu serta keinginan masyarakat untuk terus meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama.

MUI Kota Tangerang Selatan berharap kegiatan pengajian kitab kuning dapat terus menjadi sarana pembinaan umat dan memperkuat hubungan masyarakat dengan para ulama, sehingga ilmu yang diperoleh dari majelis tersebut dapat diamalkan untuk membentuk kehidupan masyarakat yang semakin religius, berakhlak dan peduli terhadap lingkungan sosial. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com