Mending jadi pengupas bawang,

digaji tujuh ratus ribu sekilo.
Jelas: kupas, timbang, dibayar.

Atau jadi tukang ojek,
jarak tiga kali lipat,
rezeki pun ikut melaju.

Daripada jadi pejabat,
duduk di kursi empuk,
berpidato soal rakyat,
lalu diam-diam
mengupas uang rakyat
sampai tinggal kulitnya.

Pengupas bawang bikin mata pedih.
Koruptor bikin negeri ini pedih.

Yang satu mengupas bawang.
Yang lain mengupas anggaran.

Bedanya sederhana:

Pengupas bawang mencari nafkah.
Pengupas anggaran mencari celah.

Dan yang paling menyedihkan,
yang satu dibayar karena bekerja,
yang lain bisa kaya
karena rakyat dibuat tak berdaya.

Oleh: Yayan Sopyan, Guru Besar UIN Jakartata

 

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com