Beritabanten.com — Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang Selatan masa khidmat 2026–2031.

Hal itu disampaikan Benyamin saat menghadiri pelantikan Pengurus PCNU Kota Tangerang Selatan yang dilakukan Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftahul Akhyar di Graha Aswaja, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Sabtu malam, 8 Agustus 2026.

Turut hadir Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan, Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan Abdul Rosyid, serta jajaran pengurus NU dan sejumlah undangan lainnya.

Benyamin menilai NU memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan bangsa, merawat kerukunan, sekaligus menjadi kekuatan pemersatu di tengah masyarakat yang plural.

“NU adalah kekuatan pemersatu. NU menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus kebangsaan. Perannya sangat besar dalam perjalanan Indonesia,” ujar Benyamin.

Pentingnya Keberadaan NU di Tangsel

Menurut Benyamin, keberadaan NU di Kota Tangerang Selatan bukan hanya memiliki arti penting dalam kehidupan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan sosial yang turut menopang pembangunan daerah.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan, kata dia, memandang NU sebagai mitra strategis dalam membangun daerah, terutama dalam penguatan sumber daya manusia (SDM), pendidikan, kehidupan sosial, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.

“NU juga berkontribusi membangun Tangsel, terutama dalam membentengi masyarakat dari pengaruh negatif. Kami berharap NU terus memperkuat nilai Islamiyah, Wathaniyah, dan Insaniyah,” katanya.

Benyamin menilai peran NU di tengah masyarakat Tangsel juga mampu menghadirkan corak keberagamaan yang relevan dengan karakter masyarakat perkotaan yang majemuk. Nilai-nilai keislaman yang moderat, terbuka dan mengedepankan kemaslahatan dinilai menjadi modal penting dalam menjaga kehidupan sosial yang harmonis.

Kolaborasi antara pemerintah dan NU diharapkan tidak berhenti pada aspek keagamaan, tetapi berkembang menjadi kerja bersama dalam menciptakan tata kehidupan masyarakat Tangerang Selatan yang Cerdas, Modern, dan Religius.

Menurutnya, pembangunan kota tidak hanya diukur melalui kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas manusia, ketahanan sosial, serta kemampuan masyarakat menjaga nilai agama dan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Karena kita ingin membangun Tangsel sebagai kota yang cerdas, modern dan religius. Ini tentu membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk NU,” ujar Benyamin.

Ia menambahkan, karakter masyarakat Tangsel yang plural membutuhkan kekuatan sosial yang mampu menjadi jembatan antarkelompok. Dalam konteks tersebut, NU dinilai memiliki posisi strategis melalui jaringan organisasi, pendidikan, pesantren, lembaga sosial, serta aktivitas dakwah yang telah lama berakar di tengah masyarakat.

Kolaborasi Penkot Tangsel dan NU

Tak hanya dalam penguatan nilai keagamaan dan sosial, Benyamin juga berharap kolaborasi Pemkot Tangsel dan NU dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kita ingin bersama-sama membangun perekonomian umat di Tangsel agar semakin kuat dan mandiri,” tandasnya.

Harapan tersebut sejalan dengan semangat kepengurusan baru PCNU Tangsel masa khidmat 2026–2031 yang dipimpin KH Mas’ud. Dalam kepengurusan baru tersebut, PCNU Tangsel membawa Nawa Saka Khidmah, sembilan program prioritas yang mencakup penataan infrastruktur organisasi, sensus warga NU, kaderisasi, pendidikan, ekonomi, kesehatan, filantropi, dakwah, dan kemandirian organisasi.

Nawa Saka Khidmah menjadi pijakan PCNU Tangsel untuk memastikan keberadaan NU tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga mampu menghadirkan kerja nyata yang manfaatnya dirasakan langsung masyarakat.

Program tersebut juga memiliki ruang kolaborasi yang luas dengan pemerintah daerah, khususnya dalam bidang pendidikan dan peningkatan kualitas SDM, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, filantropi, hingga penguatan kehidupan sosial dan keagamaan.

Dalam momentum pelantikan tersebut, turut dilakukan penandatanganan kerja sama dengan berbagai pihak lintas sektor, mulai dari perbankan, pemerintah, hingga lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi.

Kerja sama lintas sektor itu dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat ekosistem kolaborasi antara NU, pemerintah, dunia pendidikan, sektor ekonomi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dengan sinergi tersebut, pembangunan Tangsel diharapkan tidak hanya menghasilkan kemajuan secara fisik, tetapi juga membentuk masyarakat yang memiliki kualitas pendidikan dan SDM yang baik, adaptif terhadap perkembangan zaman, memiliki kemandirian ekonomi, serta tetap berpegang pada nilai-nilai agama dan kebangsaan.

Benyamin pun berharap kepengurusan PCNU Tangsel yang baru dapat terus menjadi mitra pemerintah dalam menjaga harmoni kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat agenda pembangunan daerah.

Menurutnya, semangat keumatan yang dibawa NU akan semakin kuat apabila diterjemahkan ke dalam gerakan sosial yang konkret dan kolaboratif.

Dengan demikian, NU tidak hanya hadir sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga sebagai kekuatan masyarakat yang ikut menciptakan tata kehidupan Kota Tangerang Selatan yang Cerdas, Modern, Religius, harmonis, dan berdaya saing.

Kolaborasi antara Pemkot Tangsel dan NU diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun kota yang maju secara ekonomi dan teknologi, namun tetap memiliki fondasi moral, sosial, dan keagamaan yang kuat. (Adv)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com