Beritabanten.com – Program pemberdayaan ekonomi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menunjukkan hasil nyata. Bengkel Z-Auto binaan BAZNAS di kawasan Salabenda, Kota Bogor, kini mampu membukukan omzet sebesar Rp7 juta hingga Rp10 juta setiap bulan setelah mendapatkan bantuan modal, pendampingan usaha, dan literasi keuangan secara berkelanjutan.

Peningkatan omzet tersebut diketahui dalam kegiatan monitoring yang dilakukan tim pendamping BAZNAS. Selain memantau perkembangan usaha, pendamping juga memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan agar keuntungan usaha dapat dimanfaatkan untuk memperkuat modal dan menjaga keberlanjutan bisnis.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi melalui zakat tidak berhenti pada pemberian bantuan modal, tetapi juga membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan.

Menurutnya, kedisiplinan penerima manfaat dalam mengelola keuangan menjadi salah satu faktor penting yang mendorong perkembangan usaha. Pemilik bengkel secara konsisten menyisihkan sebagian pendapatannya ke dalam enam kelompok arisan sebagai langkah membangun cadangan modal dan menjaga stabilitas usaha.

Idy menilai pola pengelolaan keuangan tersebut menjadi bukti bahwa literasi keuangan mampu meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro untuk tumbuh lebih mandiri. Pendampingan yang dilakukan BAZNAS diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga membangun kebiasaan mengelola usaha secara lebih profesional.

Keberhasilan Bengkel Z-Auto di Bogor dinilai dapat menjadi contoh bagi pengembangan program pemberdayaan UMKM berbasis zakat di berbagai daerah. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, dana zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan jangka pendek mustahik, tetapi juga menjadi instrumen untuk menciptakan usaha yang produktif dan berkelanjutan.

Sementara itu, penerima manfaat program Z-Auto, Angga, mengaku merasakan manfaat besar dari bantuan dan pendampingan yang diberikan BAZNAS. Selain memperoleh tambahan modal usaha, ia juga mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan keuangan yang membantu meningkatkan omzet bengkel hingga mencapai Rp7 juta sampai Rp10 juta setiap bulan.

Menurut Angga, perubahan cara mengelola arus kas dan keuntungan usaha menjadi salah satu faktor yang membuat usahanya terus berkembang. Ia berharap program pemberdayaan seperti ini dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha kecil agar semakin banyak mustahik yang mampu tumbuh menjadi pelaku usaha mandiri.

Keberhasilan Bengkel Z-Auto menjadi salah satu gambaran bagaimana pengelolaan zakat secara produktif dapat memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan. Melalui kombinasi bantuan modal, pendampingan, dan penguatan literasi keuangan, BAZNAS terus mendorong lahirnya usaha-usaha produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan mustahik dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com