Beritabanten.com – Bagi sebagian masyarakat, berobat bukan sekadar soal datang ke fasilitas kesehatan. Jarak yang jauh, biaya pengobatan, hingga keterbatasan akses masih menjadi kenyataan yang dihadapi banyak warga, terutama dari kalangan kurang mampu. Di tengah kondisi itulah, Rumah Sehat BAZNAS (RSB) hadir membawa harapan bahwa layanan kesehatan dasar dapat diakses tanpa harus dibebani persoalan biaya.

Komitmen tersebut kembali terlihat saat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Brebes menghadirkan layanan kesehatan gratis di Pendopo Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-51 Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Jawa Tengah. Program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari ikhtiar memperluas manfaat zakat agar benar-benar dirasakan masyarakat.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan menjadi salah satu bentuk nyata pengelolaan zakat yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, setiap dana zakat yang dihimpun harus mampu menghadirkan solusi atas persoalan dasar yang dihadapi mustahik, termasuk kebutuhan memperoleh layanan kesehatan yang layak.

“Melalui program pelayanan kesehatan gratis ini, BAZNAS menegaskan komitmen untuk menghadirkan manfaat zakat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan memperoleh akses layanan kesehatan dasar secara mudah dan berkualitas,” ujar Idy dalam keterangan tertulis, Senin (20/7/2026).

Sebanyak 90 warga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengecekan tanda-tanda vital, konsultasi dengan dokter, pemeriksaan laboratorium sederhana, hingga pemberian obat sesuai hasil diagnosis. Dari hasil pemeriksaan tersebut, tim medis menemukan lima penyakit yang paling banyak diderita masyarakat, yakni hipertensi, diabetes melitus, gastritis, nyeri sendi (arthralgia), dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Temuan ini menjadi gambaran bahwa penyakit tidak menular dan gangguan kesehatan akibat pola hidup masih menjadi tantangan di berbagai daerah.

Idy mengatakan, BAZNAS akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar layanan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Baginya, kesehatan merupakan hak dasar yang harus dapat diakses seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang kondisi ekonomi.

Perjalanan Rumah Sehat BAZNAS pun terus berkembang. Hingga 2026, BAZNAS telah memiliki 38 Rumah Sehat BAZNAS yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia, baik yang telah beroperasi maupun yang masih dalam tahap pembangunan. Menariknya, dua di antaranya hadir dalam bentuk layanan kesehatan terapung menggunakan kapal untuk melayani masyarakat di wilayah kepulauan Kabupaten Talaud dan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Kehadiran layanan terapung itu menunjukkan bahwa akses kesehatan tidak boleh berhenti hanya karena terbatasnya wilayah geografis.

Di balik setiap pemeriksaan kesehatan, obat yang diberikan, hingga senyum para pasien, terdapat pesan bahwa zakat bukan hanya menjadi instrumen ibadah, tetapi juga menjadi kekuatan sosial yang mampu menghadirkan harapan. Ketika dana umat dikelola secara profesional dan tepat sasaran, manfaatnya tidak hanya mengurangi beban ekonomi masyarakat, tetapi juga ikut menjaga kualitas hidup dan masa depan mereka.

Melalui Rumah Sehat BAZNAS, pelayanan kesehatan tidak lagi sekadar soal mengobati penyakit. Lebih dari itu, program ini menjadi wujud kepedulian, gotong royong, dan solidaritas sosial yang menjadikan zakat sebagai jembatan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat yang membutuhkan. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com