Beritabanten.com – Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dari Masjid At-Thoharoh, Kelurahan Sawah, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Selasa (21/7/2026) malam. Puluhan jamaah bersama pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tangerang Selatan berkumpul dalam Gerakan DMI Magrib Mengaji yang kini memasuki putaran pekan ke-31.

Program tersebut tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi antara pengurus DMI Kota Tangerang Selatan dengan pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), sekaligus memperkuat gerakan membumikan budaya mengaji setelah Salat Magrib di masjid-masjid.

Ketua DMI Kota Tangerang Selatan Heli Selamet mengatakan, Gerakan Magrib Mengaji merupakan ikhtiar bersama untuk membangun masyarakat yang religius sekaligus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan masyarakat.

“Program ini menjadi bagian dari komitmen DMI untuk membumikan Magrib Mengaji di Kota Tangerang Selatan sekaligus menekan angka buta huruf Al-Qur’an hingga mencapai nol persen,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Bendahara Umum DMI Kota Tangerang Selatan Ali Akbar, Manajer Program DMI Endang Irawan, pembimbing baca Al-Qur’an Haryanto Abbas, Ketua DMI Kecamatan Ciputat Timur KH Al-Humaidi, Penasehat DMI Kecamatan Ciputat Timur Mahmud dan Prof. Dr. Alimudin Murtala, Sekretaris DMI Kecamatan Pondok Aren Yusuf FHR, Ketua DMI Kecamatan Pondok Aren M. Ghofur, Ketua DMI Kecamatan Pamulang Mahmud, Ketua DMI Kecamatan Ciputat Ahmad Dzakaria, Ketua BKTKI DMI Tangsel Arofah beserta jajaran pengurus, serta Panglima Dakwah Keliling (Dakil) Hasan Asari Oramahi bersama Ustaz Jaka Cinta.

Selain pembinaan membaca Al-Qur’an, DMI Kota Tangerang Selatan juga menyerahkan bantuan sosial berupa tiga dus cairan pembersih toilet dari DMI Pusat untuk Masjid At-Thoharoh serta tiga paket sembako bagi marbot masjid sebagai bentuk kepedulian terhadap para pengabdi rumah ibadah.

Selama lebih dari 30 pekan bergulir, Gerakan DMI Magrib Mengaji telah berpindah dari satu masjid ke masjid lainnya di berbagai kecamatan di Kota Tangerang Selatan. Kegiatan ini tidak hanya menghidupkan kembali tradisi mengaji selepas Salat Magrib, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah antara pengurus DMI, DKM, tokoh agama, dan masyarakat. Setiap pekan, masjid yang menjadi tuan rumah menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an, tausiah, serta ruang silaturahmi yang memperkuat persatuan umat.

Program ini lahir dari keprihatinan DMI Kota Tangerang Selatan terhadap masih adanya masyarakat yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Karena itu, Gerakan Magrib Mengaji tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga remaja, orang dewasa, hingga para lansia yang ingin memperbaiki bacaan Al-Qur’annya. Para pembimbing memberikan pendampingan secara langsung agar peserta semakin percaya diri membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid.

Di tengah derasnya arus digital dan semakin padatnya aktivitas masyarakat pada malam hari, DMI Kota Tangerang Selatan berupaya mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat. Gerakan Magrib Mengaji diharapkan mampu melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya fasih membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui gerakan yang terus bergulir dari masjid ke masjid, DMI Kota Tangerang Selatan optimistis cita-cita mewujudkan Kota Tangerang Selatan yang religius dan bebas buta huruf Al-Qur’an dapat tercapai. Bagi DMI, membangun peradaban tidak selalu dimulai dari program besar, tetapi dapat dimulai dari lantunan ayat suci yang terus hidup setiap usai Salat Magrib di masjid-masjid. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com