Beritabanten.com – Program Kajian Subuh Keliling (Suling) Pemerintah Kota Tangerang Selatan atau Pemkot Tangsel mendapat banyak tanggapan positif.

Ini karena, Suling dinilai bukan sekadar agenda keagamaan, melainkan sarana efektif mempererat hubungan antara pemerintah, ulama, dan masyarakat.

Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan, KH Abdul Rojak, yang akan pengisi materi pada kegiatan Kajian Subuh Keliling di Gedung Biru, Kecamatan Setu, Sabtu besok (20/6/2026), menyatakan bahwa Suling jadi salah satu cara menyapa paling sederhana tapi tetap mengena pada benak masyarakat.

Menurut KH Abdul Rojak, kegiatan yang dilaksanakan secara berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain itu menjadi media silaturahmi yang mampu memperkuat komunikasi sosial di tengah masyarakat.

Dirinya yang pernah mendapat amanah untuk terus mengampu Suling dari Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, mengaku mendapat banyak kemudahan berinteraksi dengan warga, terutama masalah sosial keagamaan.

Kehadiran unsur pemerintah bersama tokoh agama dan warga dalam satu majelis dinilai menciptakan kedekatan yang berdampak positif bagi pembangunan daerah.

“Melalui Kajian Subuh Keliling, pemerintah dapat menyapa langsung masyarakat. Di sisi lain, warga juga memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi dan mempererat ukhuwah Islamiyah dalam suasana yang penuh keberkahan,” ujarnya dalam pesan elektronik pada redaksi, Jumat 19 Juni 2026.

Arah jarum jam, Sekum MUI Tangsel KH Abdul Rojak, Ketua MUI Tangsel KH Saidih dan Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat acara di Rumah Dinas Wali Kota Tangsel, Kecamatan Serpong beberapa waktu lalu – Istimewa.

Masjid Pusat Pembinaan Umat

Ia menjelaskan, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Karena itu, kegiatan keagamaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat perlu terus didorong agar semangat persatuan dan kepedulian sosial semakin tumbuh.

KH Abdul Rojak juga mengajak jamaah untuk menjadikan waktu subuh sebagai momentum meningkatkan kualitas keimanan sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Menurutnya, masyarakat yang kuat secara spiritual akan lebih mudah membangun kehidupan sosial yang harmonis dan produktif.

Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya menjaga persaudaraan, memperkuat budaya gotong royong, serta menanamkan nilai kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai-nilai tersebut, kata dia, menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang maju dan berakhlak.

Kegiatan Kajian Subuh Keliling di Kecamatan Setu berlangsung khidmat dan dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, pengurus masjid, serta masyarakat setempat.

Selain menjadi wadah pembinaan keagamaan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat sinergi antara pemerintah dan warga dalam menjaga kondusivitas serta kemajuan Kota Tangerang Selatan.

“Bila silaturahmi terus terjaga dan masyarakat aktif memakmurkan masjid, insyaallah kehidupan umat akan semakin kuat. Kajian Subuh Keliling ini menjadi pintu gerbang untuk mempererat hubungan itu,” demikian, KH Abdul Rojak menutup. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com