Beritabanten.com — Tepuk tangan memenuhi ruangan ketika nama Kota Tangerang Selatan diumumkan sebagai salah satu daerah berprestasi dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri.

Pada Kamis pekan lalu, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menerima penghargaan yang diserahkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.

Penghargaan itu bukan sekadar simbol prestasi. Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga membawa pulang dana apresiasi sebesar Rp1 miliar sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilannya menekan angka stunting dan menjaga tingkat kemiskinan tetap rendah.

Dalam penilaian Kemendagri, Tangsel dinobatkan sebagai Terbaik III Regional Jawa-Bali pada kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting. Capaian tersebut lahir dari berbagai program yang dijalankan lintas sektor, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, hingga intervensi sosial bagi kelompok rentan.

Beberapa tahun lalu, angka stunting di Tangerang Selatan masih berada pada level 19,9 persen. Pemerintah kota kemudian memperkuat berbagai program kesehatan ibu dan anak, memperluas layanan gizi, serta meningkatkan koordinasi antarorganisasi perangkat daerah. Upaya itu perlahan menunjukkan hasil.

Angka stunting yang sempat mendekati 20 persen kini berhasil ditekan hingga berada di kisaran 9 persen. Pemerintah kota bahkan memasang target yang lebih ambisius, yakni menurunkannya menjadi 7,05 persen pada 2027.

Di sisi lain, indikator kesejahteraan masyarakat juga menunjukkan perkembangan positif. Tingkat kemiskinan di Tangerang Selatan saat ini tercatat sebesar 2,36 persen, terendah di Provinsi Banten. Angka tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penilaian pemerintah pusat.

Benyamin Davnie menilai penghargaan itu merupakan buah dari kerja bersama yang melibatkan banyak pihak. Menurut dia, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga partisipasi masyarakat, tenaga kesehatan, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Ini bukan hanya prestasi pemerintah daerah, tetapi hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat,” ujar Benyamin.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penghargaan bukanlah garis akhir. Pemerintah Kota Tangerang Selatan, kata dia, masih memiliki pekerjaan besar untuk memastikan setiap program benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa pekerjaan kita belum selesai,” katanya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa apresiasi diberikan kepada daerah yang mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Menurut dia, banyak kepala daerah yang berhasil menjalankan tata kelola pemerintahan dengan baik dan layak mendapatkan ruang apresiasi.

Program penghargaan daerah berprestasi, kata Tito, akan terus dikembangkan dengan berbagai kategori baru, mulai dari layanan publik, kebersihan kota, hingga inovasi pembangunan daerah.

Bagi Tangerang Selatan, penghargaan kali ini menjadi penanda bahwa upaya panjang menurunkan stunting dan kemiskinan mulai mendapat pengakuan di tingkat nasional. Namun, tantangan berikutnya justru lebih besar: mempertahankan capaian itu sekaligus memastikan manfaatnya dirasakan oleh seluruh warga kota. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com