Beritabanten.com – Adalah Ibu Endang, warga di Kawasan Rawa Lele, RT 003 RW 07 Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel mengalami musibah di tengah tanggung jawabnya mengurus empat anak dan kedua orang tua yang lanjut usia.
Rumah Ibu Endah rubuh, menyisakan nestapa perih karena tempat berteduh yang aman dan nyaman seketika sirna. Dirinya mengaku entah ke mana harapan bisa menyampaikan perbaikan rumah tersebut.
Harapan Ibu Endarg terjawab ketika Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menerima laporan dari jajaran terkait kediaman Ibu Endang rubuh sehingga membahayakan keluaganya.
Pilar gerak cepat atau gercep bersama jajaran melihat langsung kondisi rumah yang selama ini mereka huni, ternyata sangat memprihatinkan pada hari Kamis 12 Juni 2025. Mereka mendapati bangunan sudah tidak stabil, dinding dan tiang penyangga mengalami keretakan serius, serta atap yang ringkih dan nyaris roboh.
“Saat angin kencang bertiup, keluarga Ibu Endang harus berjaga sepanjang malam, khawatir rumah tempat mereka berteduh akan ambruk kapan saja,” katanya sambil melihat atap dan bagian rumah lainnya.
Menurutnya, rumah Ibu Endang itu dinyatakan tidak layak huni dan membahayakan keselamatan penghuninya.
Kondisi Rumah Mengkhawatirkan
Setelah melihat kondisi rumah yang nyaris ambruk akibat rusaknya struktur bangunan, Pilar memastikan bahwa renovasi rumah tersebut tidak bisa ditunda lagi.
“Benar saja, kondisi rumahnya sudah sangat mengkhawatirkan karena struktur bangunannya yang sangat minim dan kondisi rusak parah. Dengan kondisi ekonomi Bu Endang pemilik rumah yang tidak memungkinkan, maka kami hadir untuk mencarikan solusi,” ujar Pilar.

Sebagai langkah awal, Pemkot Tangsel memutuskan untuk segera memindahkan Ibu Endang beserta tiga kepala keluarga yang tinggal di rumah tersebut ke kontrakan sementara. Biaya sewa akan ditanggung penuh oleh pemerintah kota melalui bantuan dari Baznas Kota Tangsel.
Sementara itu, proses pembangunan ulang rumah akan dilakukan melalui program Bedah Rumah yang akan dianggarkan pada perubahan APBD akhir tahun ini.
“Karena memang secara struktur sangat tidak memungkinkan kalau kita lakukan tambal sulam. Jadi memang harus dari awal dibongkar, lalu dibangun lagi. Mulai dari fondasinya, kolomnya, struktur semuanya, dindingnya, sampai ke rangka atapnya,” jelasnya.
Tak hanya memberikan solusi hunian, Pilar juga memberikan bantuan dana pribadi kepada Ibu Endang untuk modal usaha kecil-kecilan yang selama ini ia jalani sebagai pedagang makanan.
“Alhamdulilah semua lancar, dan insya Allah beliau akan segera dapat rumah pengganti yang bagus dan layak melalui program Bedah Rumah,” ucapnya.
Di lokasi yang sama, Pilar juga menghampiri dua rumah warga lainnya yang telah selesai diperbaiki melalui Program Bedah Rumah. Salah satunya dibangun pada 2022 dan masih berdiri kokoh hingga saat ini.
Pilar juga menyampaikan komitmennya bahwa setelah masa kontrakan berakhir, biaya tempat tinggal Ibu Endang akan ditanggung oleh Pemerintah Kota. Sementara itu, proses verifikasi dan pelaksanaan bedah rumah akan segera dilakukan melalui Dinas Perumahan dan Permukiman.
“Kami berkomitmen mendampingi masyarakat yang paling membutuhkan, agar tidak ada warga Kota Tangerang Selatan yang tertinggal dari segi kesejahteraan tempat tinggal,” ujar Pilar.
Kolaborasi Lintas Instansi
Kujunngan Pilar adalah potret kolaborasi lintas instansi di lingkungan Pemkot Tangsel untuk terus menjalin kerja sama taktis dalam menangani masalah lingkungan, terutama rumah layak huni.
Ini terlihat jelas oleh media, karena Pilar ditemani oleh Kepala Dinas Perkim dan Kabid yang menangani program bedah rumah, Anggota DPRD Komisi II An Daryono Wiyono, Lurah Jombang, Ketua RW dan RT setempat.

Tidak ketinggalan jajaran BAZNAS Kota Tangsel yang terdiri dari; Ketua Dewan Pengawas BAZNAS Tangsel Dadang Rahardja, Ketua BAZNAS Kota Tangsel Mohamad Subhan, Waka II Ahmad Rifai, dan Waka III Tarjuni
“Kami hadir di sini bukan hanya sekadar membawa bantuan, tapi membawa semangat solidaritas dan kepedulian dari masyarakat untuk masyarakat. Ini adalah bentuk nyata bahwa BAZNAS bukan hanya menyalurkan dana, tapi juga harapan,” ujar Mohamad Subhan.
Bagi Ibu Endang, ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga penyelamat bagi keluarganya. Dengan suara lirih, ia menyampaikan rasa terima kasih yang dalam atas bantuan yang diberikan. (Adv)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan