Beritabanten.com – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan KH Saidih meminta para jamaah untuk akur dalam situasi apa pun agar kemaslahatan tetap terjaga.
“Saya melihat jamaah banyak sekali ya. mari kita tetap bisa akur satu sama lain agar tetap barokah,” katanya membuka sambutan pada Maulid Nabi MUI Tangsel di Yayasan Daarul Hikmah Pamulang Bargat, Kamis (19/9/2024) malam.
Dikatakan KH Saidih, rangkaian maulid nabi tersebut merupakan rasa cinta pada Nabi Muhammad SWA dengan harapan agar bisa meneladani sifat kasih sayang nabi pada sesama.
“Kita ini pertama kali harus akur sakasur,” katanya mengumpamakan kerukunan dalam berumah tangga.
Menurut Pimpinan Yayasan Daarul Hikmah ini, seorang muslim tidak mampu menjaga rumah tangganya sendiri sampai tidak akur, maka akan kesulitan untuk melaksanakan amanah menjadi pelayan bagi orang terdekatnya.
“Bagaimana mungkin melanjutkan pada akur salembur, salikur apalagi nanti lebih jauh lagi sa-gubernur,” tegasnya yang sontak membuat jamaah tepuk tangan meriah.
Perintah untuk akur tersebut, dikatakan, merupakan inti dari usaha menjadikan tatanan umat yang adil dan sejahtera yang kerap dialamatkan pada istilah baldatun toyyibatun wa robbun ghafir.
Ungkapan arab di atas, dimaknakan ulama kharismatik tersebut, sebagai tatanan masyarakat yang adil dan sejahtera dalam artian hubungan antar manusia dan memenuhi semua kewajiban yang ditentukan agama.
“Semoga kita semua diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menjalankan kewajiban untuk tetap bersama-sama menjaga tatanan masyarakat yang rukun,” ucapnya.
“Bapak Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie semoga selalu diberikan kemudahan dalam menjalankan roda pemerintah. Dan juga bisa melanjutkan pembangunan,” katanya sontak disambut meriah tepuk tangan jamaah.

Diketahui, Benyamin yang turut hadir terlihat senyum dan menganggukkan kepala ketika mendengar kalimat dari KH Saidih tersebut sambil mengangkat tangan berdoa
Maulid kali ini menghadirkan penceramah terkenal Ahmad Muwafiq biasa disapa Gus Muwafiq yang baru tiba di tengah KH Saidih memberikan kata sambutan dan seterusnya Gus Muwafiq melanjutkan acara yang diikuti oleh Benyamin sampai selesai.
Ceramah Gus Muwafiq lebih menekankan pada tradisi memperingati Maulid Nabi adalah bagian dari mengingat akan sifat kesederhanaan Nabi dalam setiap menjalankan kehidupan, tidak tidak terkecuali menjalankan dakwah pada sesama.
Gus Muwafiq meminta sejarah perjalanan kehidupan nabi harus diperdalam agar bisa memahami secara utuh, terutama sikap nabi yang toleran pada sesama yang merupakan modal utama dalam menata kehidupan di tengah masyarakat plural, khususnya di Tangsel dan umumnya dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan