Beritabanten.com — Semangat perjuangan ulama dan santri kembali bergelora dalam Kirab Resolusi Jihad 1945 dan Ziarah Masyayikh NU yang diselenggarakan PCNU Kota Tangerang Selatan, Ahad (25/10/2026), dalam rangka Semarak Hari Santri Nasional 2026.
Kirab yang mengambil titik awal di Pondok Pesantren Jamiyah Islamiyah, Pondok Aren, ini dihadiri Wakil Wali Kota Tangerang Selatan H. Pilar Saga Ihsan yang memberikan sambutan sekaligus secara resmi melepas rombongan kirab.
Turut hadir Kasat Binmas Polres Tangerang Selatan mewakili Kapolres, Katib Syuriyah PWNU Banten, Rois Syuriyah PCNU Tangsel beserta jajaran, para kiai, pengasuh pesantren, pengurus MWCNU dan Ranting NU, lembaga, badan otonom, serta ratusan kader dan santri.
Ketua PCNU Kota Tangerang Selatan, KH. Abdullah Mas’ud, M.Si., menegaskan bahwa kirab ini bukan sekadar perjalanan membawa panji NU dan Naskah Resolusi Jihad 1945, melainkan ikhtiar menghidupkan kembali nilai perjuangan, pengorbanan, juga kecintaan ulama dan santri terhadap bangsa.
“Hari ini kita mengirabkan Naskah Resolusi Jihad, ini adalah simbol bahwa tugas kita yang sesungguhnya adalah membawa semangat perjuangannya ke tengah kehidupan masyarakat. Sejarah tidak cukup hanya dikenang dan dikirabkan, tetapi harus dilanjutkan melalui karya dan pengabdian,” tegas Abdullah.
Menurutnya, ziarah kepada para masyayikh NU juga menjadi momentum penting untuk menyambung sanad perjuangan, mengenang jasa para pendahulu, serta meneladani keikhlasan mereka dalam membangun pesantren, organisasi, dan kehidupan keagamaan masyarakat.
“Kita berdiri hari ini di atas fondasi perjuangan para ulama. Jangan sampai kita bangga dengan kebesaran NU, tetapi melupakan mereka yang telah merintis dan membesarkannya,” pesannya.
Abdullah mengajak seluruh kader NU menerjemahkan semangat Resolusi Jihad 1945 menjadi Resolusi Peradaban, melalui penguatan pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, penguasaan teknologi, pelayanan sosial, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Dahulu para santri berjuang mempertahankan kemerdekaan. Hari ini kita harus berjuang membangun peradaban. NU tidak cukup hanya besar jumlah jamaahnya, tetapi harus besar manfaat dan dampaknya bagi masyarakat,” ujarnya.
Kirab dan ziarah ini menjadi simbol kuatnya persatuan ulama, santri, pemerintah, dan masyarakat dalam merawat sejarah sekaligus meneguhkan komitmen membangun Tangerang Selatan yang religius, harmonis, dan berkemajuan.
“Hari ini kita mengirabkan sejarah, esok kita lanjutkan perjuangannya. Hari ini kita menziarahi para masyayikh, esok kita teladani pengabdiannya. Dari Resolusi Jihad menuju Resolusi Peradaban!” pungkas Abdullah. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan