Beritabanten.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, membuka peluang bagi serangga untuk menjadi salah satu menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah tertentu, seperti Gunung Kidul hingga Papua.

Menurut Dadan, serangga tertentu, seperti jangkrik, belalang, dan ulat sagu, memang layak dikonsumsi karena kandungan gizi yang tinggi.

Dokter spesialis gizi, dr. Johannes Chandrawinata, SpGK, menambahkan bahwa di banyak kebudayaan, baik di Indonesia, Eropa, hingga Amerika, belalang dan serangga lainnya sudah lama menjadi bagian dari konsumsi sehari-hari.

“Sekitar dua miliar orang di dunia mengonsumsi serangga setiap hari, dan ada lebih dari 2 ribu spesies belalang yang dimakan,” kata dr. Johannes.

Serangga seperti jangkrik mengandung 69 gram protein per 100 gram, belalang 48 gram protein, dan ulat sagu mengandung 9,7 gram protein. Selain itu, serangga juga kaya akan kalori dan lemak sehat. Hal ini menjadikan serangga sebagai alternatif pangan yang bergizi, terutama di daerah-daerah yang menghadapi masalah kekurangan gizi.

Namun, dr. Johannes juga mengingatkan bahwa tidak semua anak menyukai serangga, sehingga hal ini perlu dipertimbangkan sebelum menjadikannya sebagai bagian dari menu makanan bergizi gratis.

Ia juga memperingatkan kemungkinan reaksi alergi pada sebagian orang, meskipun efek samping ini jarang terjadi.

Dengan tingginya kandungan gizi pada serangga, ini bisa menjadi solusi alternatif pangan yang bermanfaat, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan sumber protein tambahan. (Sra)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com