Beritabanten.com — Seorang warga Kelurahan Pondok Penda, Kecamatan Pamulang, bernama Rohman (65), harus menjalani perawatan di poli klinik paru-paru RS Permata Pamulang setelah mengalami sesak napas yang cukup mengganggu.

Rohman mengaku memiliki riwayat sebagai perokok berat selama bertahun-tahun sebelum akhirnya berhenti merokok sekitar dua tahun lalu. Namun, meski sudah berhenti, ia tetap merasakan gangguan pada pernapasannya di usia lanjut.

“Sudah berhenti merokok dua tahun, tapi sekarang sering sesak napas,” ungkapnya saat menjalani pemeriksaan pada Rabu pagi 17 Juni 2026.

Menurut tenaga medis, keluhan sesak napas pada mantan perokok berat di usia lanjut bukan hal yang jarang terjadi. Kebiasaan merokok dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru yang bersifat menetap dan baru menimbulkan gejala serius di usia tua.

Kondisi tersebut umumnya berkaitan dengan penyakit paru kronis yang berkembang perlahan selama bertahun-tahun, sehingga gejalanya baru terasa ketika fungsi paru sudah menurun cukup signifikan.

Meski demikian, dokter menegaskan bahwa berhenti merokok tetap memberikan manfaat besar, termasuk memperlambat kerusakan paru lebih lanjut dan menurunkan risiko penyakit jantung serta komplikasi lainnya.

Pihak medis mengimbau masyarakat untuk tidak menunda berhenti merokok, karena semakin cepat kebiasaan tersebut dihentikan, semakin besar peluang tubuh untuk mempertahankan fungsi organ vitalnya di masa depan. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com