Beritabanten.comTNI Angkatan Darat mengungkapkan cara oknum TNI Pratu TS membunuh pacarnya, perempuan berinisial N (26), di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Dikatakan bahwa Pratu TS menyerang N dengan tangan kosong.

“Pakainya tangan kosong. Itu yang saya sampaikan tadi, dia meninggalkan satuannya untuk menemui rekan wanitanya,” ujar Kadispenad Brigjen Wahyu Yudhayana kepada wartawan setelah Rapim TNI AD di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (3/2/2025).

Wahyu menjelaskan bahwa penyidik militer sedang mendalami motif di balik kasus pembunuhan tersebut. Ia menduga bahwa Pratu TS sempat terlibat perselisihan dengan N sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya.

“Namanya tinggal bareng, pasti ada cekcok, seperti mungkin ‘kenapa kamu nggak mandi?’ atau ‘kamu terus tidur?’ atau ‘kamu gantian ngepel’. Itu bisa jadi pemicu, dan kita akan dalami,” ujarnya.

Menurut Wahyu, tindakan kekerasan yang dilakukan Pratu TS terhadap N mungkin dipicu oleh emosi. Pratu TS kemudian menganiaya N hingga meninggal dunia.

“Jadi, cekcok itu bisa saja memicu dia melakukan tindakan emosi, yang berujung pada kekerasan fisik dengan tangan kosong, karena tidak ada bukti lain atau alat yang digunakan dalam penganiayaan,” jelasnya.

“Penyebab pastinya masih dalam penyelidikan, bisa terkait masalah keluarga atau ekonomi,” lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, Pratu TS kini masih diperiksa secara intensif. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami motif perbuatannya.

“Penyidik Pom (Polisi Militer) masih melakukan pemeriksaan intensif terhadapnya,” kata Kapendam Jaya Kolonel Inf Deki Rayusyah Putra, Sabtu (1/2/2025).

Saat ini, Pratu TS telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

“Pratu TS telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Denpom Jaya 1/Tangerang,” kata Kapendam Jaya Kolonel Inf Deki Rayusyah Putra. (Azk)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com