Beritabanten.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar Program Kurban Berkah Berdayakan Desa di Balai Ternak Kuningan, Jawa Barat, sebagai upaya memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan kurban yang produktif dan berkelanjutan.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menilai program tersebut bukan sekadar pelaksanaan ibadah kurban, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

“Iduladha bukan hanya ritual semata, tetapi menjadi wujud implementasi nilai kebersamaan, empati, kepedulian, dan gotong royong,” ujar Dian dalam acara Live Kurban Berkah Berdayakan Desa di Kuningan, Jawa Barat, Rabu (27/5/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Idy Muzayyad, Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan Ahmad Handiman Romdony, Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan Yayan Sofyan, serta Koordinator Plumbon Alfamart/PT Sumber Tri Jaya Agustia Solihin.

Menurut Dian, nilai pengorbanan, keikhlasan, dan ketaatan yang dicontohkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail masih relevan diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini.

“Nilai tentang pengorbanan, keikhlasan, dan ketaatan masih sangat relevan diterapkan saat ini,” katanya.

Ia menambahkan, program BAZNAS juga menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas ekonomi warga.

“Program BAZNAS ini bukan hanya ritual semata, tetapi menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat dengan meningkatkan kapasitas ekonomi. Dengan meningkatnya ekonomi, kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat,” ungkapnya.

Dian optimistis pengelolaan kurban secara profesional oleh BAZNAS dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Kuningan.

“Saya optimistis, melalui pengelolaan kurban yang profesional oleh BAZNAS, Kuningan bisa semakin sejahtera,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi BAZNAS yang menjadikan Kabupaten Kuningan sebagai salah satu wilayah program unggulan Balai Ternak.

“Mudah-mudahan program Balai Ternak BAZNAS ini dapat membantu mengatasi persoalan kemiskinan dan pengangguran,” katanya.

Selain itu, Dian mengaku percaya terhadap tata kelola BAZNAS dalam mengelola dana umat seperti zakat, infak, sedekah, dan kurban.

“Pengelolaan BAZNAS sangat profesional. Saya selalu mengajak ASN menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS,” ujarnya.

Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 digelar serentak di seluruh Indonesia. Penyembelihan hewan kurban dilakukan di 103 titik Balai Ternak BAZNAS yang tersebar di 15 provinsi. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com