Beritabanten.com — Warga Kompleks Perikanan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Biak Kota, Papua, dikejutkan ledakan dahsyat, Minggu (31/5) sore. Sedikitnya lima orang tewas, tiga lainnya masih dalam pencarian, sementara enam rumah rusak berat akibat insiden tersebut.
Polisi menduga ledakan berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II yang selama ini masih banyak ditemukan di sejumlah wilayah Papua.
Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan, dugaan awal mengarah pada sisa bahan peledak peninggalan perang yang aktif kembali.
“Diduga bom peninggalan Perang Dunia II,” kata Ari.
Pascaledakan, aparat gabungan langsung bergerak melakukan evakuasi korban dan mengamankan lokasi kejadian. Tim juga melakukan penyisiran untuk mengantisipasi kemungkinan masih adanya benda berbahaya di sekitar area ledakan.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito menyatakan, fokus utama saat ini adalah penanganan korban dan pencarian warga yang masih belum ditemukan.
“Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Saat ini fokus utama kami adalah penanganan korban, proses evakuasi, serta pengamanan lokasi kejadian,” ujarnya.
Data sementara menunjukkan empat korban meninggal dievakuasi ke RSUD Biak, sedangkan satu korban lainnya dibawa ke RSAL Biak. Selain itu, tiga orang dilaporkan masih hilang dan masih terus dicari petugas.
Ledakan yang terjadi di tengah permukiman padat penduduk itu juga menghancurkan enam unit rumah di sekitar titik ledakan. Warga setempat mengaku sempat panik setelah mendengar dentuman keras yang mengguncang kawasan tersebut.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti ledakan. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
“Penyelidikan masih berlangsung. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan setelah proses pencarian dan investigasi selesai,” kata Cahyo.
Versi ini lebih dekat dengan gaya Rakyat Merdeka: judul pendek dan menghentak, lead langsung menonjolkan korban, serta alur berita dibuat cepat dan padat.
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan