Beritabanten.com – Transformasi digital di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) makin kencang. Tak hanya menghadirkan ribuan titik internet gratis, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel kini meluncurkan aplikasi Tangsel Mengaji berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung pembelajaran agama masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel Tb Asep Nurdin mengatakan, saat ini sebanyak 379 masjid dan 376 musala telah menikmati fasilitas internet gratis dari Pemkot Tangsel.
“Internet gratis sudah menjangkau ratusan masjid dan musala. Bahkan taman-taman warga dan ruang publik juga sudah terhubung dengan layanan internet gratis,” ujar Asep saat Safari Subuh di Masjid Al-Huda, Ciputat, Sabtu (30/5).
Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari pengembangan ekosistem masjid digital yang terus diperkuat Pemkot Tangsel. Hingga kini, jaringan internet gratis yang dibangun pemerintah daerah telah mencapai lebih dari 5.000 titik layanan di seluruh wilayah kota.
Asep menegaskan, kehadiran internet harus dimanfaatkan secara produktif untuk meningkatkan akses informasi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Di sisi lain, ia mengingatkan warga agar tetap kritis menghadapi derasnya arus informasi digital, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI.
“Sekarang AI bisa memanipulasi suara, wajah, bahkan bentuk tubuh seseorang. Karena itu masyarakat jangan mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial tanpa melakukan verifikasi,” tegasnya.
Sebagai inovasi terbaru, Diskominfo Tangsel menghadirkan aplikasi Tangsel Mengaji, platform pembelajaran agama berbasis AI yang memungkinkan masyarakat belajar Al-Qur’an, hadis, dan materi keislaman secara digital.
Melalui aplikasi tersebut, warga dapat mengakses materi pembelajaran, berinteraksi dengan pengajar, hingga memperoleh pendampingan belajar secara daring.
“Kami ingin masyarakat lebih mudah belajar agama. Di aplikasi ini warga bisa menjadi murid maupun pengajar sesuai kebutuhan,” jelas Asep.
Tak berhenti di situ, Diskominfo juga memberikan pendampingan digital bagi pengurus masjid. Mulai dari penyediaan hosting, server, hingga pengembangan website masjid diberikan secara gratis.
“Kami ingin masjid-masjid di Tangsel naik kelas secara digital. Jadi bukan hanya internet, tetapi juga pengelolaan informasi dan layanan digitalnya kami bantu,” katanya.
Melalui program digitalisasi ini, Pemkot Tangsel berharap seluruh masjid dan musala dapat saling terhubung dalam satu ekosistem digital yang mendukung dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Target kami seluruh jaringan masjid dan musala di Tangsel saling terkoneksi sehingga berbagai kegiatan keagamaan bisa diakses masyarakat lebih luas,” pungkas Asep. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan