Beritabanten.com – Klub Kajin Buku (KKB) #1 dari Komunitas Mazhab Ciputat menggelar diskusi dengan judul Mengemal Studi Islam dengan Pendekatan Dekolonial  pada Selasa 5 Agustus 2025 melalui aplikasi webinar pada pukul 19.00 sampai 21.00 WIB.

Bagi yang hendak mengikuti bisa mengakses

Link Zoom: https://us06web.zoom.us/j/81433240115?pwd=7hJ7oSPgLb1kttqisge72oCrpbHQlZ.1 dengan  meeting ID: 814 3324 0115 dan password: KKB2025

Adapun nara sumbernya adalah Muhammad Rofiq Muzzakir, Ph.D dosen di Universitas Muhammadiyah Jakarta dengan Moderator/Host:Zezen Zaenal Muttaqin, S.J.D Dosen UIII sekaligus Direktur Eksekutif Mazhab Ciputat.

Dalam keterangan resmi diterima media pada Minggu 3 Juli 2025, diterangkan bahwa kelas “Mengenal Studi Islam dengan Pendekatan Dekolonial” merupakan ruang belajar kritis untuk memahami kembali bagaimana Islam dipelajari dan dipahami dalam konteks akademik dan sosial kontemporer.

Terinspirasi dari buku Studi Islam dan Masyarakat Muslim Kontemporer karya Muhammad Rofiq Muzzakir, kelas ini mengajak peserta untuk menggugat asumsi-asumsi dominan dalam studi Islam yang selama ini didominasi oleh warisan epistemologis Barat.

Dengan pendekatan dekolonial, peserta diajak menelusuri sejarah perkembangan studi Islam modern, dari orientalisme hingga Islamic studies kontemporer, serta menyoroti bagaimana kolonialisme, modernitas, dan kapitalisme global telah membentuk cara kita memahami Islam, umat Muslim, dan institusi keagamaannya.

Lebih dari sekadar kritik terhadap pendekatan Barat, kelas ini menawarkan kerangka kerja alternatif yang berangkat dari pengalaman, pengetahuan, dan praksis umat Muslim sendiri, terutama dari dunia Selatan.

Pendekatan dekolonial juga menekankan pentingnya merayakan keberagaman lokal, spiritualitas, dan nilai-nilai kosmologis masyarakat Muslim yang kerap terpinggirkan dalam narasi dominan.

Dengan gaya interaktif dan reflektif, peserta akan diajak berdiskusi tentang identitas keislaman, agensi umat Muslim, dan kemungkinan membangun studi Islam yang lebih membebaskan dan kontekstual.

Kelas ini sangat relevan bagi mahasiswa, akademisi, aktivis, maupun siapa pun yang tertarik menggali ulang studi Islam dalam kerangka keadilan epistemik dan pembebasan. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com