Beritabanten.com – Musyawarah Kota (Mukota) IV Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kota Tangsel memanas. Hampir terjadi baku hamtan antar peserta dan panitia jika tidak ada bantuan pengamanan dari para personil TNI.

Sumber media mengabarkan peserta mempertanyakan profesionalitas penitia, dari soal status kepesertaan sampai materi acara yang tidak teratur.

Setelah mempertimbangkan kondusifitas acara yang berrlangsung di Gedung Kodiklat, Buaran, Kecamatan Serpong, pada Sabtu 25 Oktober 2025 akhirnya ditunda sepekan ke depan.

Penundaan ini terjadi setelah muncul desakan dari dua kubu calon ketua yang meminta pertanggungjawaban panitia.

Sejak dibuka Wakil Walikota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, hingga sore hari, sejumlah peserta menilai panitia tidak menjalankan agenda sidang pleno sebagaimana mestinya.

Memasuki pukul 17.00 WIB, suasana forum memanas. Adu argumen dan rebutan mikrofon sempat terjadi antarpendukung calon, hingga membuat ruangan tidak kondusif. Beruntung, ketegangan dapat diredam setelah kedua kubu diminta menahan diri.

Usai melakukan komunikasi intens, panitia akhirnya mengumumkan bahwa Mukota IV Kadin Tangsel ditunda.

Calon Ketua KADIN Kota Tangsel, Abdul Rahman atau Arnovi, menilai penundaan terjadi karena panitia kurang berpengalaman. Menurutnya, meski Mukota kali ini merupakan yang keempat, namun sebelumnya selalu berlangsung secara aklamasi.

“Selama ini Mukota Kadin Tangsel tidak pernah melalui proses pemilihan langsung. Ini pertama kalinya benar-benar dilakukan secara terbuka, sehingga panitia belum berpengalaman,” ujar Arnovi, dinukil dari keterangan resmi, Minggu 26 Oktober 2025

Ia menegaskan, panitia harus segera melakukan evaluasi dan menyiapkan opsi penyelesaian bila kebuntuan kembali terjadi. Arnovi juga mengingatkan agar peserta Mukota berikutnya tetap sesuai data awal tanpa ada penambahan baru.

“Karena ini penundaan, maka peserta harus tetap sama. Jika ada penambahan, itu sudah menyalahi aturan Kadin,” tegasnya.

Lebih lanjut, Arnovi menilai jika panitia tetap kesulitan menyelenggarakan Mukota, maka pelaksanaannya dapat diambil alih oleh Kadin Provinsi Banten. Meski begitu, ia masih yakin panitia mampu menyelesaikan tanggung jawabnya dengan baik.

Sementara itu, calon ketua lainnya, Marhadi, menilai penundaan dilakukan demi menjaga kondusifitas dan marwah organisasi. Ia tidak ingin perbedaan pandangan mencoreng citra Kadin Tangsel sebagai wadah pengusaha.

“Kami sepakat menjaga nama baik Kadin Tangsel. Jangan sampai terjadi hal yang bisa mencederai organisasi ini,” ujar Marhadi.

Ia juga menegaskan pentingnya memberi contoh baik bagi para pengusaha muda.

“Kanda Arnovi adalah tokoh senior di Tangsel, jadi marwah dan kehormatan organisasi ini harus dijaga bersama,” pungkasnya. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com